Page 614 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 614
Judul Upah Minimum 2022
Nama Media Analisa Daily
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL Pg12
Jurnalis Tajuk
Tanggal 2021-11-16 11:29:00
Ukuran 242x69mmk
Warna Warna
AD Value Rp 18.876.000
News Value Rp 56.628.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
SEJAK pandemi virus Corona (Covid-19) melanda, terjadi krisis ekonomi global dan nasional.
Dunia usaha di negara kita terpuruk. Sektor ketenagakerjaan turut menanggung dampak
negatifnya. Suka tidak suka, akhirnya terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di banyak
sektor industri. Selain itu, dalam upaya melakukan efisiensi, tidak sedikit pula dunia usaha yang
menerapkan kebijakan pengurangan jam kerja hingga pemotongan upah buruh atau karyawan
yang masih berjalan di sebagian perusahaan sampai saat ini.
UPAH MINIMUM 2022
SEJAK pandemi virus Corona (Covid-19) melanda, terjadi krisis ekonomi global dan nasional.
Dunia usaha di negara kita terpuruk. Sektor ketenagakerjaan turut menanggung dampak
negatifnya. Suka tidak suka, akhirnya terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di banyak
sektor industri. Selain itu, dalam upaya melakukan efisiensi, tidak sedikit pula dunia usaha yang
menerapkan kebijakan pengurangan jam kerja hingga pemotongan upah buruh atau karyawan
yang masih berjalan di sebagian perusahaan sampai saat ini.
Akhir tahun lalu hingga awal tahun ini, krisis ekonomi tersebut mencapai puncaknya. (Jntuk
menyelamatkan dunia usaha dan bisnis, salah satu kebijakan yang ditempuh pemerintah ialah
meniadakan kenaikan Upah Minimum 2021. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri
Tenaga Kerja tentang Penetapan Upah Minimum Baru Tahun 2021 di Masa Pandemi Covid-19.
Meski sebagian daerah telah menetapkan upah minimum baru saat itu, namun sejauh data dan
fakta yang ada, umumnya buruh menerima kebijakan pemerintah tersebut. Dasar pertimbangan
atau argumentasi bahwa kebijakan itu terpaksa ditempuh demi kepentingan nasional atau semua
pihak tak terkecuali pekerja, bisa dipahami.
Kini, perlahan namun meyakinkan, krisis ekonomi mulai memulih. Resesi yang sempat terjadi
telah berlalu. Pertumbuhan ekonomi tidak lagi mengalami kontraksi. Setidaknya, dalam dua
triwulan terakhir mulai menunjukkan perkembangan positif. Berbagai sektor industri, bisnis dan
jasa telah mengalami kebangkitan. Pertumbuhan ekonomi nasional itu bukan hanya ditandai dari
mulai kembali bergairahnya perekonomian domestik, tapi juga tidak lepas dari kinerja ekspor
nasional yang turut meningkatkan kinerja ekonomi nasional.
613

