Page 615 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 615
Meski tidak disampaikan secara gamblang bahwa membaiknya kondisi perekonomian nasional
sebagai penyebabnya, namun saat ini Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) bersama para
pihak terkait, seperti serikat pekerja, asosiasi pengusaha dan dewan pengupahan nasional,
tengah membahas proses penetapan Gpah Minimum 2022. Peraturan Pemerintah (PP) tentang
Pengupahan yang merupakan turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja menjadi dasar proses
pembahasan upah untuk tahun depan itu. Menurut Kemnaker, kebijakan penetapan upah
minimum merupakan salah satu program strategis nasional. Bukan hanya bentuk kepedulian
terhadap kepentingan buruh/pekerja, pengusaha dan keberlangsungan usaha, tetapi juga
menjadi salah satu instrumen pengentasan kemiskinan dan mendorong kemajuan ekonomi
Indonesia.
Pengalaman selama ini menunjukkan, penetapan kenaikan upah minimum selalu berlangsung
alot. Dua pihak utama, pengusaha dan pekerja acapkali berada dalam posisi berseberangan.
Sebagai regulator, pemerintah sendiri tak jarang terlihat seperti gamang dalam menengahi
masalah yang muncul.
Problem serupa juga muncul kali ini. Misalnya, sebagian serikat pekerja sudah menyampaikan
harapannya agar kenaikan Upah Minimum 2022 berada dalam kisaran 7-10 persen. Di antara
dasar pertimbangannya ialah adanya kenaikan harga kebutuhan pokok dalam rentang yang
sama. Sebaliknya, asosiasi pengusaha mempertanyakan dasar usulan itu. Sebab, untuk
penetapan upah minimum terbaru, sudah jelas mengacu kepada UU Ciptaker dan PP tentang
Pengupahan yang bahkan jika diterapkan tidak akan ada menghasilkan kenaikan upah. Untuk
menghitung kenaikan upah minimum, memang tidak semata berdasarkan inflasi dan
pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan---salah satu
variabelnya adalah paritas daya beli.
Kita tentu tidak menginginkan perbedaan pandangan antara pekerja dan pengusaha kian
melebar yang justru pada akhirnya bisa mengganggu iklim usaha yang sudah mulai membaik
dan pulih meski belum meningkat dibandingkan keadaan normal sebelum pandemi. Dialog dan
diskusi untuk mencari titik temu terbaik harus dibangun dan diupayakan terus-menerus. Peran
serta pemerintah juga wajib dioptimalkan. Apalagi, wacana penetapan Upah Minimum 2022
sudah dibuka yang disimpulkan oleh pekerja sebagai sinyal positif bahwa upah minimum pasti
naik pada tahun depan.
Tiada lain, jalan keluar yang kita harapkan lahir dari proses pembahasan kenaikan Upah Minimum
2022 yang tengah berjalan adalah yang saling menguntungkan. Berdasarkan pertimbangkan
objektif dan matang. Terutama, berpijak dan berbasis kukuh pada nilai-nilai Pancasila yang
merupakan ideologi perekonomian negara dan bangsa. Menjadi jalan melindungi buruh dan
pengusaha serta mendorong kemajuan ekonomi bangsa demi terwujudnya keadilan dan
kesejahteraan sosial.
614

