Page 618 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 618

Jonli,  pihaknya  telah  mendalami  kenaikan  UMP  1,7  persen  tersebut  berdasarkan  indikator-
              indikator selama masa pandemi Covid-19.
              "Jadi,  kami  bersama  dewan  pengupahan  sudah  sepakat,  UMP  tahun  ini  baik  1,7  persen.
              Selanjutnya kita akan bahas dan menentukan formula dalam menetapkan UMP Riau yang mulai
              berlaku  tahun  2022.  Ini  berdasarkan  indikator  ekonomi,  pertumbuhan  ekonomi,  dan  aspek
              tenaga kerja," ujar Jonli.

              SELANJUTNYA, setelah kesepakatan upah UMP Riau tahun 2022 sebesar Rp2.938.564, atau naik
              Rp50.000 dibanding tahun ini yang sebesar Rp2.888.563. Akan kita sampaikan ke Gubernur Riau
              dan akan ditetapkan oleh Gubri menjadi UMP Riau tahun 2022," tambahnya.

              Dijelaskan Jonli, sebelum UMP diteken oleh Gubernur, pihaknya terlebih akan mendengarkan
              pengarahan  dari  Direktorat  Jen.  deral  (Ditjen)  Bina  Pembangunan  Daerah  (Bangda),
              Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Jika UMP Riau 2022 sudah ditetapkan, maka itu
              akan menjadi acuan untuk Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
              "Untuk upah minimum Kabupaten Kota, karena kondisi perekonomian tak sama antardaerah,
              jadi UMK itu acuannya UMP. Sedangkan penetapan UMK sendiri paling lambat 30 November,
              makanya kita menyepakati UMP sambil menunggu diteken Gubri. Kemudian untuk pemberlakuan
              UMP sendiri terhitung mulai 1 Januari tahun Dari Hal. 1 2022," jelasnya.
              Untuk diketahui, UMP Provinsi Riau tahun 2021 yang ditetap mengikuti SE dari Kementerian
              Tenaga Kerja, untuk penetapan UMP dan UMK. Di mana UMP Riau 2021 masih diberlakukan
              sesuai UMP tahun 2020 lalu, sebesar Rp2.888.563. Sesuai SE Menteri Ketenagakerjaan Republik
              Indonesia  Nomor  11/HK04/X/2020  tentang  Penetapan  Upah  Minimum  2021  akibat  pandemi
              Covid-19.***











































                                                           617
   613   614   615   616   617   618   619   620   621   622   623