Page 605 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 605
Judul Jangan Terjebak Ilusi Uang
Nama Media Tribun Manado
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL Pg1&7
Jurnalis ara
Tanggal 2021-11-16 11:43:00
Ukuran 219x180mmk
Warna Warna
AD Value Rp 70.080.000
News Value Rp 700.800.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
NAIK atau tidaknya UMP 2022 sudah bisa diprediksi dari kondisi ekonomi 2021. Pada tahun 2020
pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara mengalami kontraksi sebesar 0.99 persen yang artinya
produksi barang dan jasa menurun. Hal Ini jelas bahwa secara kasat mata perusahaan banyak
yang beroperasi di bawah kapasitas normal karena hambatan PSBB dan PPKM. Bahkan tak sedikit
perusahaan yang tutup operasinya sementara waktu sehingga tidak sedikit pula karyawan yang
dirumahkan bahkan di-PHK.
JANGAN TERJEBAK ILUSI UANG
NAIK atau tidaknya UMP 2022 sudah bisa diprediksi dari kondisi ekonomi 2021.
Pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara mengalami kontraksi sebesar 0.99
persen yang artinya produksi barang dan jasa menurun. Hal Ini jelas bahwa secara kasat mata
perusahaan banyak yang beroperasi di bawah kapasitas normal karena hambatan PSBB dan
PPKM. Bahkan tak sedikit perusahaan yang tutup operasinya sementara waktu sehingga tidak
sedikit pula karyawan yang dirumahkan bahkan di-PHK.
Tahun 2021 perekonomian Sulut mulai membaik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut
menunjukkan sampai triwulan III Sulut sedikit mengalami pertumbuhan dengan inflasi yang
terjaga.
Jika ada kebijakan untuk tidak menaikkan UMP tahun 2022 nanti tentunya merupakan kebijakan
moderat oleh Dewan Pengupahan bersama agar tidak terburu-buru menaikkan UMP Kenaikan
UMP menjadi pertanda meningkatnya kesejahteraan pekerja di Sulut. Kesejahteraan tersebut
tentunya harus dibarengi produktivitas tenaga kerja. Kenaikan upah tenaga kerja juga akan
menaikkan daya beli yang akan mendorong konsumsi masyarakat secara umum untuk
peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Namun kenaikan upah juga berdampak pada berkurangnya permintaan tenaga kerja oleh
perusahaan-perusahaan. Padahal saat ini banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.
Kondisi perusahaan di situasi pan demi Covid-19 pasti sangat berisiko kalau meningkatkan biaya
604

