Page 663 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 663

UMP  2022  terendah  adalah  Jawa  Tengah  sebesar  Rp  1.813.011.  Sedangkan,  untuk  UM
              kabupaten/kota (UMK) tertinggi di Kota Palu. Nilai kenaikannya sebesar Rp 174.840. untuk nilai
              kenaikan UMK terendah yakni Kabupaten Padang Lawas Utara sebesar Rp 277.

              Kemudian,  dari  seluruh  provinsi  di  Indonesia,  yang  pertumbuhan  ekonominya  paling  tinggi
              adalah Maluku Utara dengan kenaikan 12,76 persen. Sementara, untuk pertumbuhan ekonomi
              terendah ialah Bali -5,83 persen. Untuk data inflasi, daerah dengan tingkat inflasi tertinggi adalah
              Bangka Belitung sebesar 3,29 persen dan terendah Papua -0,40 persen.

              Adapun, untuk UMP 2022 ini akan ditentukan oleh masing-masing gubernur di tiap provinsi paling
              lambat 21 November 2021. Sedangkan deadline penetapan UMK pada 30 November 2021. ”Jadi
              tidak benar kalau upah minimum ditetapkan oleh Kemenaker,” tegasnya.

              Putri menambahkan, UM ini berlaku untuk pekerja yang telah bekerja kurang dari 12 bulan.
              Adapun pekerja yang sudah bekerja lebih dari satu tahun, maka besaran upahnya ditetapkan
              berdasarkan struktur upah masing-masing perusahaan.
              Terpisah, Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (Opsi) Timboel Siregar menilai, kenaikan
              UMP yang terlalu kecil bisa berdampak pada daya beli pekerja/buruh. Dikhawatirkan, daya beli
              pekerja/buruh bakal semakin tergerus di tengah pandemi Covid-19 yang sudah berjalan lebih
              dari 1,5 tahun.
              Karenanya,  diharapkan  para  gubernur  bisa  menetapkan  UMP/UMK  sesuai  dengan  kondisi  di
              wilayahnya. Sebab, para gubernur juga harus memikirkan konsumsi masyarakat di wilayahnya
              sehingga daya beli pekerja/buruh pun bisa membaik. ”Yang pada akhirnya akan mendukung
              pertumbuhan ekonomi di wilayahnya,” ungkapnya.

              Tahun  lalu  pun,  sejumlah  gubernur  menetapkan  UMP/K  tidak  mengikuti  SE  Menaker.  Salah
              satunya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menaikkan UMP 2021 sebesar 5,65
              persen atau menjadi Rp 1.868.000. Angka tersebut termasuk yang tertinggi di Indonesia.
              Namun, lanjut dia, bila para gubernur dipaksa mengikuti rumus-rumus di PP No. 36 Tahun 2021
              maka bisa dikatakan kewenangan mereka di UU Cipta Kerja dikerdilkan oleh PP no. 36 Tahun
              2021. Gubernur hanya sebagai “tukang stempel” saja.

              Selain  itu,  Timboel  menilai,  jika  variabel-variabel  yang  ada  dalam  rumus  penetapan  UMP/K
              dianalisis  rata-rata  konsumsi  per  kapita  cenderung  akan  turun.  Sementara,  rata-rata  jumlah
              anggota keluarga dan rata-rata jumlah anggota keluarga yang bekerja setiap tahunnya tidak
              berubah  secara  signifikan.  Kondisi  ini  akan  menyebabkan  nilai  Batas  Atas  (BA)  akan  relatif
              cenderung turun.

              Nilai BA yang relatif turun akan berdampak pada kenaikan UMP/UMK yang berada di bawah nilai
              inflasi. Simulasi kenaikan UMP/UMK 2022 yang telah terpublikasi pun menunjukkan kenaikan
              UMP/UMK mayoritas di bawah 1 persen. Bahkan, ada pula yang tidak naik karena nilai BA di
              bawah nilai UMP/UMK eksisting.

              ”Sementara  nilai  inflasi  di  atas  1  persen.  Maka  dipastikan  daya  beli  buruh,  pekerja  dan
              keluarganya akan menurun. Upah buruh/pekerja tergerus inflasi,” keluhnya. Kondisi penurunan
              daya  beli  ini,  lanjut  dia,  akan  menyumbang  pada  kondisi  penurunan  rata-rata  konsumsi  per
              kapita di suatu wilayah. Di mana, data tersebut akan dijadikan data acuan untuk penentuan
              UMP/UMK  tahun  berikutnya.  Potensi  penurunan  rata-rata  konsumsi  per  kapita  ini  pun  akan
              dikontribusi  oleh  penentuan  UM  bagi  pekerja  di  sektor  usaha  kecil  mikro  berdasarkan  garis
              kemiskinan. ”Kondisi ini yang akan menjadi lingkaran setan bagi perekonomian provinsi maupun
              kabupaten dan kota,” ungkapnya. (mia)


                                                           662
   658   659   660   661   662   663   664   665   666   667   668