Page 680 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 680

Gubernur juga meminta kepada para pekerja agar memercayainya saat menerapkan UMP 2022.
              Selama pandemi, ia telah meminta pengusaha agar tidak melakukan PHK pada pekerja dan lain
              sebagainya.  "Untuk  itu,  percayakan  pada  saya.  Saya  akan  berusaha  semaksimal  mungkin,"
              tegasnya.

              Kapolda  Sumut  RZ  Panca  Putra  Simanjuntak,  dalam  pertemuan  tersebut  menyampaikan,
              pemerintah akan mendengarkan semua masukan dari buruh dan pekerja yang liadir Menurutnya,
              tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan. Kuncinya adalah komunikasi. "Saya yakin
              kita terkumpul membahas apa yang jadi harapan dan keinginan pekerja, kalau gaji teman-teman
              naik saya juga senang," kata Kapolda.

              Sementara Pangdam I/BB Mayjen TNI Hasanuddin mengatakan, mendasarkan pada sila kelima
              Pancasila.  Keadilan  sosial  menurutnya  harus  terwujud.  Hanya  saja  dalam  konteks  UMP,
              menurutnya harus memperhatikan aspek lainnya, seperti kondisi real saat ini.

              Baik Gubsu, Pangdam dan Kapolda, meyakini akan ada jalan terbaik jika semua pihak terkait
              duduk  dengan  tenang  dan  tanpa  curiga  satu  sama  lain.  Ia  meminta  agar  dihilangkan  dulu
              anggapan-anggapan negatif. "Berikan kami kepercayaan mengatur ini, seadil-adilnya," kata Edy
              yang juga mengatakan akan membuat pertemuan dengan kalangan pengusaha meminta saran
              dan masukan.

              Bukan  hanya  itu,  masukkan  dari  tokoh  ekonomi  dan  kaum  intelektual  universitas  juga  akan
              menjadi salah satu pertimbangan dalam menetapkan UMP. "Nanti dihitung, ada rumusnya semua
              itu. Setelah ketemu rumusnya nanti disampaikan, nanti ada diskusi-diskusi terhadap pengusaha,
              ada diskusi supaya semua harmonis," bilangnya.

              Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional Sumut Anggiat Pasaribu mengatakan, buruh berharap agar
              UMP dan UMK tahun 2022 naik hingga 16%. Sebab, di tahun 2021 ini tidak ada perubahan UMP
              dan  UMK,  karena  adanya  pandemi  Covid-19.  "Sekarang  kondisinya  (pandemi)  sudah  mulai
              normal, kita harap kenaikan upah rata-rata7-8 persen per tahun, karena tahun lalu tidak naik,
              makanya untuk UMP tahun 2022 kita tuntut naik 16%," kata Anggiat
              Apabila tidak bisa, menurut dia, buruh bersedia kenaikan UMP dan UMK hanya lima persen. "Tadi
              belum ada bicara mengenai kenaikan, berapa jumlahnya. Tapi setidaknya kami berharap naik
              setidaknya lima persen," katanya.

              Sementara  itu,  Ketua  Serikat  Buruh  Merdeka  Indonesia,  Rintang  Berutu  berharap  gubernur
              memberi  perhatian kepada  para  pekerja di  Sumut,  terutamadalam  hal kenaikan  UMP.  "Kami
              yakin Bapak akan bijak mengingat nasib buruh (upah) yang tahun lalu tidaknaik Harapan kami
              ada pada Bapak, "kata Rintang.

              Penyesuaian UMP 1,09 Persen Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan liasil penghitungan
              penyesuaian  nilai  upah  minimum  provinsi  (UMP)  dan  upah  minimum  kabupaten/kota  (UMK)
              tahun 2022 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam data itu, tercatat UMP terendah
              itu Jawa Tengah, dan tertinggi DKI Jakarta.
              Direktur  Jenderal  Pembinaan  Hubungan  Industrial  dan  Jaminan  Sosial  Tenaga  Kerja,  Indah
              Anggoro Putri mengatakan, berdasarkan perhitungan BJ'S, rata-rata penyesuaian UMP senilai
              1,09 persen. "Data statistik upah minimum, UMP terendah Jawa Tengah Rpl.813.011 dan UMP
              tertinggi DKI Jakarta Rp 4.453.724. Rata-rata penyesuaian UMP adalah 1,09 persen. Saya tidak
              bilang bahwa ini upah minimum provinsi 2022, ini rata-rata penyesuaian provinsi," kata Indah
              Anggoro Putri dalam Seminar Terbuka Proses Penetapan Upah Minimum 2022, Senin (15/11).





                                                           679
   675   676   677   678   679   680   681   682   683   684   685