Page 684 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 684

MENGACU PP NO.36, UMK 2022 MAJALENGKA HANYA BISA NAIK RP18.000

              Ribuan buruh pabrik di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, kembali melakukan aksi demo ke
              Pendopo  Gedung  Negara  Majalengka,  menuntut  kenaikan  Upah  Minimum  Kabupaten  2022.
              Mereka mendesak UMK 2022, sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak di Kabupaten Majalengka,
              Senin, 15 November 2021.

              Mereka pun menolak PP 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan karena dianggap tidak berpihak
              pada buruh. Sementara itu, menurut Sekda Majalengka Eman Suherman, jika mengacu pada
              Peraturan  Pemerintah  Tahun  2021  maka  kenaikan  UMK  Kabupaten  Majalengka  hanya  naik
              sebesar Rp18.000.

              Perhitungan tersebut berdasarkan pertimbangan beberapa faktor termasuk angka inflasi yang
              terjadi di Kabupaten Majalengka, sebesar 1,76 persen dan Pertumbuhan Ekonomi, yang hanya
              sebesar 1,51 persenan serta sejumlah perhitungan lainnya. Untuk penentuan UMK 2022 sendiri,
              kini masih menunggu penetapan Upah Minimum Provinsi yang rencananya baru akan ditetapkan
              pada 28 November.

              "Jika  mengacu  pada  PP  36  dan  Menteri  Ketenagakerjaan  No  B-M.383/HI.01.00/XI/2021,
              tertanggal 9 November 2021, Perihal Penyampaian Data Perekonomian dan ketenagaKerjaan
              dalam Penetapan Upah Minimum Tahun 2022 maka akan banyak kabupaten/kota yang tidak bisa
              menaikan  UMK,  dan  Majalengka  sendiri  hanya  sebesar  Rp18.000.  Cirebon  malah  hanya
              Rp10.000.  Ada  beberapa  kabupaten/kota  di  Jabar  yang  tdiak  bisa  menaikan  UMK,  malah
              kabupaten tetangga," ucap Sekda Eman.

              Menurutnya,  dalam  surat  yang  diterbitkan  pemerintah  tersebut  juga  dikatakan,  bahwa
              penetapan upah minimum harus berdasarkan data yang bersumber dari lembaga berwenang di
              bidang statistik, merupakan salah satu program strategis nasional yang diatur dalam PP No 36.

              Berkenaan  dengan  hal  tersebut  berdasarkan  pasal  4  ayat  (3),  pemerintah  daerah  dalam
              melaksanakan kebijakan pengupahan wajib berpedoman pada kebijakan pemerintah pusat.

              "Disana juga dikatakan bahwa Pemerintah Tk II wajib mentaati UU," ucap Sekda.

              Sementara itu Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana, dihadapan para buruh mengatakan,
              pihaknya sangat paham dengan tuntutan para buruh yang menuntut kebutuhan hidup layak,
              untuk  itu,  penentuan  kenaikan  upah  harus  melibatkan  Dewan  Pengupahan  yang  terdiri  dari
              Apindo,  BPS,  perwakilan  buruh,  Pemerintah,  pakar  ekonomi  dan  masyarakat.  Walaupun
              sebenarnya penetapan UMK bisa dilakukan tanpa dewan pengupahan.

              "Kami  pemerintah  ingin  pendapatan  masyarakat  tinggi,  karena  dengan  itu  maka  Laju
              Pertumbuhan Ekonomi juga akan naik. Sebaliknya kalau UMK rendah maka akan berdampak
              pada  pendapatan  perkapita  perorang  dan  dan LPE juga  rendah  PDRB Pendapatan  Domestik
              Bruto juga rendah, jika demikian maka menandakan bahwa pemerintah tidak berhasil dalam
              mengelola pemerintahan dan keuangan. Untuk itu kita kawal bareng proses pengupahan ini,"
              kata  Wakil  Bupati  Tarsono  sambil  mengatakan  bahwa  dirinya  juga  sempat  menjadi  buruh
              sehingga merasakan betul kondisi buruh.


              Perihal  penolakan  PP  yang  diminta  oleh  buruh  menurut  Tarsono,  Pemerintah  Kabupaten
              Majalengka tidak mungkin menolak PP, namun substansinya pekerja minta kenaikan upah, sudah
              dipahami.

              "Kita  tidak  hanya  memperhatikan  pekerja  namun  juga  pengusaha  agar  pengusaha  nyaman
              berinvestasi  di  Majalengka  agar  pekerja  bisa  memiliki  pendapatan  yang  membawa  pada
              kesejahteraan para pekerjanya," ucap Wabup.***.

                                                           683
   679   680   681   682   683   684   685   686   687   688   689