Page 89 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 89

Karena itu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan maka
              upah minimum ditetapkan berdasarkan wilayah yaitu upah minimum provinsi (UMP) dan upah
              minimum kabupaten (UMK).

              Sementara upah minimum sektoral (UMS) tidak lagi ditetapkan berdasarkan aturan itu, kecuali
              yang ditetapkan sebelum 2 November 2020 yang berlaku hingga masanya telah berakhir atau
              UMP/UMK di wilayah tersebut telah melebihi UMS.

              Menaker mengatakan dengan mencermati upah minimum yang berlaku saat ini, tidak memiliki
              korelasi dengan angka rata-rata konsumsi, median upah atau bahkan tingkat pengangguran.

              Dia  memberi  contoh  bagaimana  suatu  kabupaten  dan  kota  saling  bersebelahan  terkadang
              memiliki nilai upah minimum dengan jarak yang besar. Selain itu terdapat kabupaten dengan
              angka pengangguran tinggi dan mayoritas penduduk bertani tapi karena keberadaan wilayah
              industri menyebabkan daerah itu dipaksa memiliki nilai UMK yang sangat tinggi.

              Penetapan upah minimum yang tidak sesuai perundangan itu, jelasnya, berpotensi menyebabkan
              turunnya indeks daya saing Indonesia khususnya pada aspek kepastian hukum dan menurunkan
              kepercayaan investor terhadap sistem hukum Indonesia.

              "Apabila  ditetapkan  lebih  tinggi  dari  ketentuan  akan  berpotensi  terhambatnya  perluasan
              kesempatan  kerja,  kemungkinan  terjadinya  subtitusi  tenaga  kerja  ke  mesin  itu  juga  tinggi.
              Kemudian kita tidak berharap adanya PHK karena ini memicu terjadinya PHK," ujarnya.
















































                                                           88
   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94