Page 91 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 91

Ringkasan

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengharuskan seluruh gubernur untuk menetapkan dan
              mengumumkan  upah  minimum  provinsi  (UMP)  2022  paling  lambat  20  November  2021
              mendatang. Deadline ini maju satu hari dari aturan di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36
              Tahun 2021 tentang Pengupahan, yaitu setiap 21 November pada tahun berjalan.



              MENAKER UNGKAP GUBERNUR TAK IKUTI ATURAN PUSAT SOAL UPAH MINIMUM
              BISA DISANKSI PEMBERHENTIAN

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengharuskan seluruh gubernur untuk menetapkan dan
              mengumumkan  upah  minimum  provinsi  (UMP)  2022  paling  lambat  20  November  2021
              mendatang. Deadline ini maju satu hari dari aturan di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36
              Tahun 2021 tentang Pengupahan, yaitu setiap 21 November pada tahun berjalan.

              "Karena 21 November merupakan hari libur nasional maka penetapannya harus dilakukan paling
              lambat 1 hari sebelumnya, yaitu tanggal 20 November 2021," tutur Ida dalam konferensi pers
              pada Selasa (16/11).

              Gubernur juga diminta untuk menetapkan dan mengumumkan upah minimum kabupaten/kota
              (UMK) paling lambat 30 November 2021. Hal ini sesuai dengan aturan di PP 36/2021.

              Adapun gubernur yang tidak menetapkan upah minimum sesuai dengan ketetapan pemerintah
              pusat  akan  mendapat  sanksi  keras.  Menurut  Ida,  sanksi  tersebut  diatur  oleh  Menteri  Dalam
              Negeri (Mendagri).

              "Bahwa Menteri Dalam Negeri sudah menyampaikan surat kepada para Gubernur terkait dengan
              ketentuan  upah  minimum.  Dalam  surat  tersebut  juga  disampaikan  sanksi  diberikan  kepada
              Gubernur atau kepala daerah yang tidak memenuhi kebijakan pengupahan ini," jelas Ida.

              Sanksi ini telah termuat dalam surat yang dikirimkan Mendagri kepada kepala daerah. Adapun
              sanksi  terberat  berupa pemberhentian  kepala  daerah  yang  tidak  mengikuti  ketentuan  dalam
              menetapkan upah minimum.

              "Di dalam surat tersebut juga dijelaskan ada mulai sanksi teguran tertulis, kemudian sampai
              yang terberat itu pemberhentian sementara sampai pemberhentian permanen," papar Ida.

              "Saya  kira  ini  mengacu  pada  ketentuan  Undang-undang  Nomor  23  Tahun  2014,  yang
              disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri adalah ketentuan yang ada di Undang-undang Nomor
              23 Tahun 2014."

              Di sisi lain, Kementerian Ketenagakerjaan telah mengumumkan rata-rata kenaikan UMP 2022
              secara nasional sebesar 1,09 persen. Hanya saja angka riilnya bisa berbeda-beda di tiap provinsi,
              sesuai dengan ketetapan gubernur masing-masing.
              Di sisi lain, keputusan terkait UMP 2022 ini menuai protes dari barisan pekerja. Bahkan Presiden
              Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz menyatakan siap menggelar
              rapat untuk membahas hal-hal terkait kenaikan upah tersebut.

              "Besok kami akan rapat secara nasional membahas itu. Dan selain aksi besar kami juga akan
              mogok nasional bahkan stop produksi," tuturnya kepada Republika.





                                                           90
   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96