Page 95 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 95
MENAKER SEBUT UPAH MINIMUM JADI INSTRUMEN PENGENTASAN KEMISKINAN
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bahwa penetapan Upah Minimum (UM)
Tahun 2022, berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan aturan turunannya
PP No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada
pekerja/buruh agar upahnya tidak dibayar terlalu rendah akibat posisi tawar mereka yang lemah
dalam pasar kerja.
Kebijakan UM ini merupakan salah satu program strategis nasional yang ditujukan sebagai salah
satu instrumen pengentasan kemiskinan serta mendorong kemajuan ekonomi Indonesia melalui
pengupahan yang adil dan berdaya saing.
"UM adalah upah terendah yang ditetapkan oleh pemerintah yang berlaku bagi pekerja/buruh
dengan masa kerja kurang dari 1 tahun pada perusahaan yang bersangkutan," kata Ida Fauziyah
dalam keterangan tertulis, Selasa (16/11/2021).
Dalam temu pers yang diadakan di kantor Kemnaker, Ida menjelaskan kalau UM berdasarkan PP
No. 36 Tahun 2021 hanya berdasarkan wilayah, yaitu Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah
Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Tidak ada lagi penetapan UM berdasarkan sektor, namun Upah
Minimum Sektoral (UMS) yang telah ditetapkan sebelum 2 November 2020 tetap berlaku hingga
UMS tersebut berakhir atau UMP/UMK di wilayah tersebut telah lebih tinggi.
"Dengan demikian UMS tetap berlaku dan harus dilaksanakan oleh pengusaha, " ujarnya.
Sesuai SE Mendagri 561/6393/SJ perihal penetapan UM tahun 2022 kepada seluruh gubernur,
Ida meminta Gubernur harus menetapkan UMP paling lambat tanggal 21 November 2021.
Namun mengingat 21 November merupakan hari libur nasional maka penetapan UMP harus
dilakukan paling lambat satu hari sebelumnya, yaitu 20 November 2021.
"Dalam menetapkan UMK, maka harus dilakukan Gubernur paling lambat tanggal 30 November
2021 dan dilakukan setelah penetapan UMP, " katanya.
Ida menegaskan semangat dari formula UM berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021 adalah untuk
mengurangi kesenjangan UM, sehingga terwujud keadilan antar wilayah. Dirinya menilai keadilan
antar wilayah tersebut dicapai melalui pendekatan rata-rata konsumsi rumah tangga di masing-
masing wilayah.
Ida juga menambahkan bahwa UM yang ada saat ini tidak memiliki korelasi sama sekali dengan
angka rata-rata konsumsi, median upah, atau bahkan tingkat penganggurannya. Contohnya, ada
suatu kabupaten dan kota saling bersebelahan namun kabupaten memiliki nilai UM hampir dua
kali dari kota.
"Ada pula, kabupaten dengan angka pengangguran sangat tinggi dan mayoritas penduduknya
masih bertani, namun karena kabupaten tersebut memiliki wilayah industri sehingga dipaksa
memiliki nilai UMK yang sangat tinggi," ungkapnya.
Kepada media, Ida juga memperkenalkan sekaligus meluncurkan Wagepedia, yaitu kanal
informasi milik Kemnaker yang dapat diakses oleh seluruh pihak. Melalui Wagepedia ini, publik
dapat mengetahui data dan informasi terkait pengupahan secara valid, akurat dan dapat diakses
secara transparan.
"Dalam Wagepedia tersebut juga terdapat fitur kalkulator upah minimum, sehingga siapa pun,
di mana pun dan kapan pun dapat mengetahui perhitungan nilai UM tahun 2022. Dengan
demikian, data tersebut dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pengambilan keputusan
para stakeholder pengupahan dengan transparan dan akurat," pungkasnya.
94

