Page 116 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 JULI 2020
P. 116
Harga batu bara acuan (HBA) per Juni 2020 tercatat sebesar US$52,98 per ton. Angkanya turun
dari posisi Mei 2020 yang sebesar US$61,11 per ton.
"Sejak Agustus 2018, HBA hanya mampu mencetak tiga kali peningkatan. Bahkan, HBA Oktober
2019 berada pada level terendah dalam tiga tahun terakhir," terang Hendra.
Meski ada potensi PHK, Hendra mengklaim sejauh ini kondisi perusahaan batu bara yang
tergabung dalam APBI terbilang masih mampu bertahan. Ia bilang belum ada perusahaan yang
melalukan PHK kepada karyawannya.
"Selama ini anggota kami masih bertahan, kami belum dengar ada PHK," ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja yang terkena pemutusan
hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan di tengah pandemi virus corona per Mei 2020 mencapai
2,9 juta. Angka itu terdiri dari 1,7 juta orang sudah terdata dan 1,2 juta lainnya masih dalam
proses validasi.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pekerja formal yang terkena PHK 375.165
orang, pekerja formal yang dirumahkan 1,32 juta orang, pekerja informal yang terdampak
sebanyak 314.883 orang. Menurutnya, pendataan korban PHK dan pekerja dirumahkan
dilakukan secara terintegrasi melalui sistem informasi ketenagakerjaan dengan BP Jamsostek
dan kementerian terkait lainnya.
Hendra menyatakan ia bersama pelaku usaha di sektor batu bara lainnya akan berupaya untuk
tak melakukan PHK. Dia juga berharap pandemi segera berakhir agar industri dapat beroperasi
seperti biasanya.
"Kalau pandemi berakhir kami bisa segera kembali produksi. Untuk pandemi agar tidak terlalu
parah, protokol kami jalankan. Kalau di tambang ada satu atau dua orang kena covid-19 maka
efeknya akan panjang," jelas Hendra.
(aud/age).
115

