Page 124 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 JULI 2020
P. 124
ADA 6 JUTA ORANG KENA PHK DAN DIRUMAHKAN
Jumlah pengangguran di Indonesia semakin bertambah. Hal itu akibat adanya pandemi corona
(Covid-19) yang memukul pelaku usaha, sehingga terpaksa karyawan harus dirumahkan sampai
dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebut jumlah pekerja yang dirumahkan dan kena
PHK saat ini sekitar 1,7 juta orang. Angka itu belum termasuk 1,3 juta orang yang juga
terdampak, tetapi proses validasinya masih dilakukan.
"Per 27 Mei menunjukkan secara total pekerja formal noninformal, mayoritas adalah pekerja
formal yang masuk datanya ke Kemnaker karena pekerja yang informal itu lebih banyak masuk
ke kementerian yang lain seperti Kemenkop UKM, Kemenpar. Ada 1,7 juta mereka yang
terdampak, mereka yang di PHK atau yang dirumahkan. Ada juga 1,3 juta yang juga terdampak
yang proses validasinya masih kami lakukan," kata Ida dalam webinar Minggu (28/6) malam.
Padahal sebelum adanya COVID-19 yakni Februari 2020, jumlah pengangguran di Indonesia
diklaim telah menurun dibanding tahun 2019. Namun dengan adanya pandemi ini membuat
angka pengangguran kembali meningkat.
"Sebenarnya data BPS per Februari 2020 menunjukkan angkatan kerja itu 137,91 juta dan
sebenarnya pengangguran kita angka pengangguran terbuka kita pada Februari 2020 turun
sebenarnya dibanding 2019. Jadi pengangguran kita tinggal 6,88 juta atau sekitar 4,99%,"
ucapnya.
Ironisnya, pengangguran di Indonesia disumbang oleh angkatan kerja muda dengan pendidikan
SMA/SMK ke atas. Sedangkan yang ada saat ini mayoritas pekerja berpendidikan rendah.
"Persentase pekerja sektor informal juga masih mendominasi dengan persentase sebesar 56%.
Jadi yang bekerja itu pendidikannya rendah, sementara yang menganggur adalah mereka yang
memiliki pendidikan tinggi SMA/SMK, terbesar SMK dan perguruan tinggi dan akademi,"
ungkapnya.
Berbeda dengan Ida, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan
Roeslani menyebut jumlah pekerja yang di-PHK dan dirumahkan akibat Covid-19 ini telah
tembus mencapai 6 juta orang.
"Mungkin angka kami sedikit berbeda dengan Kemenaker karena Kemenaker ini angkanya lebih
by name by address kalau saya hanya dapat update (dari asosiasi) bahwa angkanya ini makin
lama makin tinggi. Angkanya kami sudah menembus angka sampai 6 juta orang," kata Rosan.
(dtc/cl/abd)
123

