Page 17 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 JULI 2020
P. 17

TAK GENTAR HADAPI COBAAN PEREKONOMIAN

              ntrean  pekerja  sif  sore  sebuah  pabrik  makanan  ringan  di  Desa  Sumberjaya,  Majalengka
              mengular  hampir  ke  jalan  raya,  Jumat  pekan  lalu.  Antrean  itu  dipicu  petugas  satuan
              pengamanan  (Satpam)  yang  bergantian  mengecek  suhu  tubuh  pekerja  serta  memastikan
              mereka memakai masker.

              Purwoto,  salah  seorang  pekerja,  mengaku  sudah  dua  bulan  pabrik  tempatnya  bekerja
              menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Tidak boleh masuk kalau ketahuan fl u, takut
              corona. Di dalam juga wajib pakai masker, tidak boleh bergerombol,” kata lelaki usia 25 tahun
              tersebut.

              Menurutnya,  saat  wilayah  lain  terdampak  Covid-19,  pabrik  tempatnya  bekerja  justru  tidak
              memangkas  jumlah  karyawan.  Bahkan,  produksinya  jauh  lebih  tinggi  dibandingkan  dengan
              masa prapandemi.

              Purwoto beruntung. Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten
              Majalengka Lili Sadili mencatat sekitar 4.500 buruh terPHK akibat pandemi.

              “Indikatornya terlihat dari data masyarakat yang daftar program [Kartu] Prakerja yang tembus
              4.500 orang,” katanya.

              Dampak  pandemi  yang  paling  nyata  di  industri  manufaktur  Majalengka  memang  berkaitan
              dengan  bahan  baku.  Lili  mengatakan  ada  perusahaan  yang  tidak  bisa  berproduksi  karena
              kekurangan bahan baku dan hasil produksi tertolak pembeli. Kejadian itu tercatat dialami lima
              perusahaan di Majalengka.

              “Namun, ada juga perusahaan yang produksi serta pasarnya lancar, dan memilih berinvestasi
              untuk perlindungan tenaga kerja,” katanya.

              Namun,  ada  juga  perusahaan  yang  khawatir  penyebaran  Covid-19  sehingga  terpaksa
              meliburkan sementara karyawannya dengan kesepakatan kompensasi.
              Lain  halnya  dengan  di  Kabupaten  Cirebon.  Sebagian  pelaku  usaha  usaha  mikro,  kecil,  dan
              menengah (UMKM) tercatat mengalami kemerosotan omzet akibat Covid-19.

              Kepala  Dinas  Koperasi  dan  UMKM  Kabupaten  Cirebon  Fery  Afrudin  mengatakan  penurunan
              omzet menyebabkan banyak UMKM gulung tikar. “Pelaku konveksi hanya mendapatkan Rp2 juta
              setiap minggunya, padahal normalnya Rp10 juta per minggu,” kata Fery .

              Berdasarkan laporan yang diterima oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon, ada 365
              pelaku UMKM terdampak, sedangkan 59 lainnya sama sekali tidak mendapatkan pendapatan
              selama beberapa bulan terakhir ini.

              Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon Agus Sukmanjaya mengatakan hingga saat ini jumlah
              pekerja di Kota Cirebon yang terkena PHK mencapai 121 orang, sedangkan yang dirumahkan
              1.489 orang.

              "Namun, setelah diidentifikasi yang berstatus penduduk Kota Cirebon ada 64 orang yang terkena
              PHK, serta 731 orang yang dirumahkan."

              OPTIMISME

              Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Moh. Arifin Soedjayana mengatakan
              Gugus  TUgas  Penanganan  Covid-19  Jabar  intensif  mengedukasi  pengusaha  agar  dampak
                                                           16
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22