Page 47 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 JULI 2020
P. 47

Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  memandang  perlunya  meningkatkan  kerja  sama
              antara  perusahaan  dan  pekerja  serta  pemerintah  dalam  penggunaan  teknologi  digital
              menghadapi era industri 4.0. Kerja sama bisa dilakukan dalam pengelolaan data dan informasi,
              perencanaan dan pengembangan SDM dan dunia usaha, maupun dalam penyusunan kebijakan
              "Semua  kerja  sama  itu  dilandasi  oleh  kepentingan  bersama  bagi  kemajuan  perusahaan,
              penciptaan perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja," kata Kepala
              Badan Perencanaan dan Pengembangan (Kabarenbang) Kemnaker Tri Retno Isnaningsih saat
              memberikan sambutan sekaligus membuka acara Webinar Ketenagakerjaan bertema 'Strategi
              dan Peran Perusahaan Dalam Menangani Pengangguran dan Pekerja Terdampak Covid-19' di
              Jakarta  , Selasa (30/6/2020).



              SEKTOR KETENAGAKERJAAN BUTUH KOLABORASI HADAPI DAMPAK COVID-19

              Merdeka.com -  Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memandang perlunya meningkatkan
              kerja  sama  antara  perusahaan  dan  pekerja  serta  pemerintah  dalam  penggunaan  teknologi
              digital menghadapi era industri 4.0. Kerja sama bisa dilakukan dalam pengelolaan data dan
              informasi, perencanaan dan pengembangan SDM dan dunia usaha, maupun dalam penyusunan
              kebijakan    "Semua  kerja  sama  itu  dilandasi  oleh  kepentingan  bersama  bagi  kemajuan
              perusahaan, penciptaan perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja,"
              kata  Kepala  Badan  Perencanaan  dan  Pengembangan  (Kabarenbang)  Kemnaker  Tri  Retno
              Isnaningsih saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Webinar Ketenagakerjaan
              bertema  'Strategi  dan  Peran  Perusahaan  Dalam  Menangani  Pengangguran  dan  Pekerja
              Terdampak Covid-19' di  Jakarta  , Selasa (30/6/2020).

              Tri  Retno  mengatakan  dampak  negatif  Covid-19  di  bidang  ketenagakerjaan,  tidak  hanya
              dirasakan oleh perusahaan dan pekerjanya di sektor formal. Namun juga dirasakan oleh pekerja
              di sektor informal seperti buruh bebas maupun pekerja mandiri. "Akibat lebih lanjut dari dampak
              tersebut, maka daya beli masyarakat menurun dan jumlah penduduk miskin meningkat," kata
              Tri Retno Isnaningsih.


              Terkait hal tersebut, Kabarenbang berpendapat Pemerintah perlu meningkatkan kesempatan
              pekerjaan yang layak bagi pemuda melalui program pelatihan dan dukungan bagi wirausahawan
              muda. "Sektor privat memiliki peran penting untuk menawarkan pemagangan," katanya.

              Selain  itu  lanjut  Kabarenbang,  Pemerintah  perlu  mengombinasikan  jaminan  sosial  dengan
              investasi  pada  layanan  ketenagakerjaan  (public  employment  services);  mengombinasikan
              pelayanan  digital  dengan  konseling  personal  dan  jasa  penempatan;  serta  meningkatkan
              informasi tentang pasar tenaga kerja.

              "Sedangkan  perusahaan  melakukan  perencanaan  ulang  tentang  bisnis  usahanya  serta
              kebutuhan tenaga kerjanya, baik jumlah maupun kompetensi yang dibutuhkan," ujarnya.

              Mengingat  dampak  pandemi  Covid-19  terhadap  ketenagakerjaan  tidak  dapat  dihindari,
              Kabarenbang  berpendapat  harus  dicari  dan  dilakukan  berbagai  cara  guna  meminimalkan
              dampak negatif tersebut.
              "Tantangan persaingan di bidang ekonomi dan ketenagakerjaan antara negara semakin ketat.
              Untuk itu diperlukan kesadaran, kepedulian dan kebersamaan semua pihak untuk mengatasi
              serta melakukan langkah-langkah strategis ke depan," ujarnya.

              Kabarenbang  mengatakan  guna  mengantisipasi  dampak  negatif  tersebut,  pemerintah  telah
              menetapkan enam kebijakan strategis. Pertama, paket stimulus ekonomi untuk dunia usaha
              agar tidak melakukan PHK. Kedua, insentif pajak penghasilan bagi para pekerja.

                                                           46
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52