Page 50 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 JULI 2020
P. 50

Ia  mengungkapkan,  terkait  dampak  pandemi  COVID-19  terhadap  dunia  ketenagakerjaan,
              diperlukan  program  pelatihan  dan  dukungan  bagi  wirausahawan  muda  untuk  meningkatkan
              kesempatan bekerja.

              Tri menambahkan, pemerintah perlu mengombinasikan jaminan sosial dengan investasi pada
              layanan  ketenagakerjaan  (public  employment  services),  mengombinasikan  pelayanan  digital
              dengan konseling personal dan jasa penempatan, serta meningkatkan informasi tentang pasar
              tenaga kerja.
              "Sedangkan  perusahaan  melakukan  perencanaan  ulang  tentang  bisnis  usahanya  serta
              kebutuhan tenaga kerjanya, baik jumlah maupun kompetensi yang dibutuhkan," ujar Tri,  Ia
              mengungkapkan,  guna  mengantisipasi  dampak  pandemi  COVID-19  terhadap  peningkatan
              pengangguran,  pemerintah  telah  menetapkan  enam  kebijakan  strategis.  Pertama,  paket
              stimulus  ekonomi  untuk  dunia  usaha  agar  tidak  melakukan  PHK.  Kedua,  insentif  pajak
              penghasilan bagi para pekerja.

              Ketiga, jaring pengaman sosial melalui program bantuan sosial bagi pekerja formal dan informal.
              Keempat,  pemberian  prioritas  Kartu  Prakerja  bagi  para  pekerja  yang  menjadi  korban  PHK.
              Kelima, perluasan program industri padat karya. Keenam, pemerintah memberikan perlindungan
              bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) baik di negara penempatan maupun setelah kembali
              ke Tanah Air.

              Kemnaker, ungkap Tri, telah melakukan pendataan terhadap perusahaan yang terdampak, serta
              jumlah pekerja yang dirumahkan dan atau di PHK. Pengawasan dan perlindungan terhadap
              pekerja juga diperhatikan, sehingga mereka diperlakukan secara adil oleh pemberi kerja melalui
              pelatihan kerja dan memperoleh pelatihan-pelatihan di BLK dengan memproduksi masker, alat
              pelindung diri, hand sanitizer, bilik disinfektan, wastafel sistem injak, dan face shield.

              "Kami  juga  meningkatkan  layanan  mediasi  bila  terjadi  perselisihan  antara  pekerja  dengan
              perusahaan," kata Tri.

              (prf/ega)



































                                                           49
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55