Page 55 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 JULI 2020
P. 55

menghadapi era industri 4.0. Kerja sama bisa dilakukan dalam pengelolaan data dan informasi,
              perencanaan dan pengembangan SDM dan dunia usaha, maupun dalam penyusunan kebijakan.



              SEKTOR KETENAGAKERJAAN BUTUH KOLABORASI TEKAN DAMPAK COVID-19

              Jakarta, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memandang perlunya meningkatkan kerja
              sama  antara  perusahaan  dan  pekerja  serta  pemerintah  dalam  penggunaan  teknologi  digital
              menghadapi era industri 4.0. Kerja sama bisa dilakukan dalam pengelolaan data dan informasi,
              perencanaan dan pengembangan SDM dan dunia usaha, maupun dalam penyusunan kebijakan.

              "Semua  kerja  sama  itu  dilandasi  oleh  kepentingan  bersama  bagi  kemajuan  perusahaan,
              penciptaan perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja, " kata Kepala
              Badan Perencanaan dan Pengembangan (Kabarenbang) Kemnaker Tri Retno Isnaningsih saat
              memberikan sambutan sekaligus membuka acara Webinar Ketenagakerjaan bertema "Strategi
              dan Peran Perusahaan Dalam Menangani Penggangguran dan Pekerja Terdampak Covid 19" di
              Jakarta, Selasa (30/6/2020).

              Tri  Retno  mengatakan  dampak  negatif  Covid-19  di  bidang  ketenagakerjaan,  tidak  hanya
              dirasakan oleh perusahaan dan pekerjanya di sektor formal. Namun juga dirasakan oleh pekerja
              di sektor informal seperti buruh bebas maupun pekerja mandiri. "Akibat lebih lanjut dari dampak
              tersebut, maka daya beli masyarakat menurun dan jumlah penduduk miskin meningkat, " kata
              Tri Retno Isnaningsih.

              Terkait hal tersebut, Kabarenbang berpendapat Pemerintah perlu meningkatkan kesempatan
              pekerjaan yang layak bagi pemuda melalui program pelatihan dan dukungan bagi wirausahawan
              muda. "Sektor privat memiliki peran penting untuk menawarkan pemagangan, " katanya.

              Selain  itu  lanjut  Kabarenbang,  Pemerintah  perlu  mengombinasikan  jaminan  sosial  dengan
              investasi  pada  layanan  ketenagakerjaan  (public  employment  services);  mengombinasikan
              pelayanan  digital  dengan  konseling  personal  dan  jasa  penempatan;  serta  meningkatkan
              informasi tentang pasar tenaga kerja.

              "Sedangkan  perusahaan  melakukan  perencanaan  ulang  tentang  bisnis  usahanya  serta
              kebutuhan tenaga kerjanya, baik jumlah maupun kompetensi yang dibutuhkan, " ujarnya.

              Mengingat  dampak  pandemi  Covid  19  terhadap  ketenagakerjaan  tidak  dapat  dihindari,
              Kabarenbang  berpendapat  harus  dicari  dan  dilakukan  berbagai  cara  guna  meminimalkan
              dampak  negatif  tersebut.  "Tantangan  persaingan  di  bidang  ekonomi  dan  ketenagakerjaan
              antara negara semakin ketat. Untuk itu diperlukan kesadaran, kepedulian dan kebersamaan
              semua pihak untuk mengatasi serta melakukan langkah-langkah srategis ke depan, " ujarnya.

              Kabarenbang  mengatakan  guna  mengantisipasi  dampak  negatif  tersebut,  pemerintah  telah
              menetapkan enam kebijakan strategis. Pertama, paket stimulus ekonomi untuk dunia usaha
              agar tidak melakukan PHK. Kedua, insentif pajak penghasilan bagi para pekerja.

              Ketiga, jaring pengaman sosial melalui program bantuan sosial bagi pekerja formal dan informal.
              Keempat,  pemberian  prioritas  Kartu  Prakerja  bagi  para  pekerja  yang  menjadi  korban  PHK.
              Kelima, perluasan program industri padat karya. "Keenam, memberikan perlindungan bagi para
              Pekerja Migran Indonesia (PMI) baik di negara penempatan maupun setelah kembali ke tanah
              air, " ujarnya.

              Sedangkan di bidang ketenagakerjaan, Kabarenbang mengatakan pihaknya telah melakukan
              pendataan terutama perusahaan yang terdampak serta jumlah pekerja yang dirumahkan dan
              atau di PHK; pengawasan dan perlidungan terhadap pekerja sehingga di perlakukan secara adil
                                                           54
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60