Page 58 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 JULI 2020
P. 58
(Kemnaker). Kerja sama itu bisa dilakukan dalam pengelolaan data dan informasi, perencanaan,
dan pengembangan SDM dan dunia usaha, maupun dalam penyusunan kebijakan "Semua kerja
sama itu dilandasi oleh kepentingan bersama bagi kemajuan perusahaan, penciptaan perluasan
kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja," kata Kepala Badan Perencanaan
dan Pengembangan (Kabarenbang) Kemnaker Tri Retno Isnaningsih saat memberikan
sambutan sekaligus membuka acara Webinar Ketenagakerjaan bertema Strategi dan Peran
Perusahaan Dalam Menangani Penggangguran dan Pekerja Terdampak Covid 19 di Jakarta,
Selasa (30/6).
SEKTOR KETENAGAKERJAAN SEBUT KOLABORASI DIPERLUKAN HADAPI DAMPAK
COVID-19
Jakarta Kerja sama antara perusahaan, pekerja serta pemerintah dalam penggunaan teknologi
digital menghadapi era industri 4.0 dinilai penting oleh Kementerian Ketenagakerjaan
(Kemnaker). Kerja sama itu bisa dilakukan dalam pengelolaan data dan informasi, perencanaan,
dan pengembangan SDM dan dunia usaha, maupun dalam penyusunan kebijakan
"Semua kerja sama itu dilandasi oleh kepentingan bersama bagi kemajuan perusahaan,
penciptaan perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja," kata Kepala
Badan Perencanaan dan Pengembangan (Kabarenbang) Kemnaker Tri Retno Isnaningsih saat
memberikan sambutan sekaligus membuka acara Webinar Ketenagakerjaan bertema Strategi
dan Peran Perusahaan Dalam Menangani Penggangguran dan Pekerja Terdampak Covid 19 di
Jakarta, Selasa (30/6).
Tri Retno mengatakan dampak negatif Covid-19 di bidang ketenagakerjaan, tidak hanya
dirasakan oleh perusahaan dan pekerjanya di sektor formal. Namun juga dirasakan oleh pekerja
di sektor informal seperti buruh bebas maupun pekerja mandiri.
"Akibat lebih lanjut dari dampak tersebut, maka daya beli masyarakat menurun dan jumlah
penduduk miskin meningkat," kata Tri Retno Isnaningsih.
Terkait hal tersebut, Kabarenbang berpendapat Pemerintah perlu meningkatkan kesempatan
pekerjaan yang layak bagi pemuda melalui program pelatihan dan dukungan bagi wirausahawan
muda. "Sektor privat memiliki peran penting untuk menawarkan pemagangan," katanya.
Selain itu lanjut Kabarenbang, Pemerintah perlu mengombinasikan jaminan sosial dengan
investasi pada layanan ketenagakerjaan (public employment services); mengombinasikan
pelayanan digital dengan konseling personal dan jasa penempatan; serta meningkatkan
informasi tentang pasar tenaga kerja.
"Sedangkan perusahaan melakukan perencanaan ulang tentang bisnis usahanya serta
kebutuhan tenaga kerjanya, baik jumlah maupun kompetensi yang dibutuhkan," ujarnya.
Mengingat dampak pandemi Covid 19 terhadap ketenagakerjaan tidak dapat dihindari,
Kabarenbang berpendapat harus dicari dan dilakukan berbagai cara guna meminimalkan
dampak negatif tersebut.
"Tantangan persaingan di bidang ekonomi dan ketenagakerjaan antara negara semakin ketat.
Untuk itu diperlukan kesadaran, kepedulian dan kebersamaan semua pihak untuk mengatasi
serta melakukan langkah-langkah srategis ke depan," ujarnya.
Kabarenbang mengatakan guna mengantisipasi dampak negatif tersebut, pemerintah telah
menetapkan enam kebijakan strategis. Pertama, paket stimulus ekonomi untuk dunia usaha
agar tidak melakukan PHK. Kedua, insentif pajak penghasilan bagi para pekerja.
57

