Page 61 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 JULI 2020
P. 61

Dalam  program  ini,  peserta  pelatihan  tidak  hanya  mendapatkan  keterampilan,  tetapi  juga
              mendapatkan insentif pascapelatihan.

              Menaker Ida menyatakan bahwa selama masa pandemi, sejumlah BLK juga difungsikan sebagai
              dapur umum dan sentra produksi alat pencegahan penyebaran Covid-19 seperti hand sanitizer,
              APD, masker, wastafel portable, serta produk makanan olahan.

              "Seluruh  hasil  produksi  BLK  didistribusikan  secara  gratis  bagi  masyarakat  yang  terdampak
              pandemi," katanya.

              Kedua,  program  pengembangan  perluasan  kesempatan  kerja  bagi pekerja/buruh  terdampak
              Covid-19 berupa program padat karya dan kewirausahaan.

              Ketiga,  Kemnaker  juga  telah  membuka  layanan  informasi,  konsultasi,  dan  pengaduan  bagi
              pekerja/buruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan.

              Menurutnya,  ketiga  langkah  strategis  tersebut  selaras  dengan  6  jaring  pengaman  sosial
              pemerintah dalam mengatasi Covid-19, yakni, pertama, stimulus ekonomi bagi pelaku usaha
              agar dapat bertahan di masa pandemi, serta tetap mampu mempekerjakan pekerja/buruh.

              Kedua, insentif keringanan pajak penghasilan maupun bunga kredit bagi para pekerja di sektor
              formal.

              Ketiga, program jaring pengaman sosial melalui bantuan sosial bagi para pekerja formal maupun
              pekerja informal. Keempat, prioritas Kartu Prakerja bagi korban ter-PHK dan dirumahkan.

              "Posisi  Kemnaker  dalam  program  Kartu  Prakerja  ini  menjadi  mitra  aktif  melalui  platform
              SISNAKER," katanya.

              Kelima, masifikasi program padat karya dan kewirausahaan untuk penyerapan tenaga kerja.
              Keenam, perlindungan terhadap pekerja migran baik di negara penempatan maupun setelah
              kembali ke Tanah Air.

              Sebagaimana  diketahui,  sebelum  pandemi  Covid-19,  kondisi  ketenagakerjaan  di  Indonesia
              sedang mengalami tren positif. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat pengangguran yang kian
              menurun hingga mencapai 4,9% pada Februari 2020.

              Tren positif itu tidak lepas atas kerja keras pemerintah bersama stakeholders Ketenagakerjaan,
              baik  dalam  hal  peningkatan  kompetensi  dan  produktivitas,  menjaga  kondusifitas  hubungan
              industrial, serta berbagai program perluasan kesempatan kerjadi masyarakat.

              Namun, pandemi Covid-19 memberikan dampak di seluruh sektor perekonomian yang muaranya
              pada sektor ketenagakerjaan. Data yang dihimpun Kemnaker menunjukkan, pekerja terdampak
              Covid-19 pada sektor formal maupun informal mencapai 1,7 juta orang.

              Untuk  itu,  Kemnaker  terus  mengantisipasi  penambahan  pengangguran  yang  diperkirakan
              mencapai  2,92  juta  hingga  5,23  juta  orang.  Kemnaker  juga  berusaha  menekan  angka
              pengangguran agar tidak tembus 2 digit.

              (atk).










                                                           60
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66