Page 83 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 SEPTEMBER 2019
P. 83
Satu tahun setelah bekerja di Jeddah, yakni pada 2007, Fitriyah mengirimkan
uang gaji tersebut kepada orangtuanya, namun melalui majikannya, yakni Mahmud
Ibad Althuwairiqi, karena tidak izinkan berkomunikasi langsung dengan keluarga.
Setelah kiriman gaji pertama, kata Nur, keluarga tidak mendapatkan lagi kabar dan
hanya bisa memandangi Fitriyah dari lembaran foto sebelum berangkat ke Arab
Saudi .
"Keluarga yakin Mbak Fitriyah masih hidup," katanya.
Marka mengatakan, perginya Fitriyah ke luar negeri, adalah kemauannya sendiri,
lantaran Fitriyah ingin membahagiakan kedua orangtuanya dengan cara menjadi
TKW , dengan harapan mendapat banyak pundi-pundi rupiah.
Ia menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak keluarga untuk
mencoba berkomunikasi dengan Fitriyah atau pun memulangkan Fitriyah , namun
sampai saat ini tidak pernah membuahkan hasil.
"Fitriyah berangkat menjadi TKW setelah lima bulan lulus dari sekolah menengah
atas (SMA)," katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cirebon
, Abdullah Subandi, menyebutkan, banyak tenaga kerja wanita (TKW) tak
berprosedur dari Kabupaten Cirebon belum kembali ke Indonesia.
Abdullah mengatakan, antara tahun 1980-an hingga 1900-an, banyak warga
Kabupaten Cirebon yang berangkat ke Arab Saudi untuk menjadi TKW , namun
sebagian besar berangkat tanpa prosedur oleh jasa pemberangkatan ilegal.
Namun sejak ada Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) pada 2017, pihaknya
langsung mendata TKW yang berada di Arab Saudi untuk kembali di Indonesia
sesuai Undang-undang no 18 tahun 2017 tentang tenaga kerja migran.
"Ada banyak yang belum didata, kami akan upayakan karena mereka manusia, hak
mereka pun harus dipenuhi," katanya.
Page 82 of 136.

