Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 SEPTEMBER 2019
P. 85

memandangi lembar foto  Fitriyah  , anak ketiga dari empat bersaudara itu, anaknya
               tersebut terakhir berkomunikasi saat berangkat pada 2006.


                Marka mengatakan, satu tahun setelah bekerja di Jeddah,  Fitriyah  sempat
               mengirimkan uang gaji kepada keluarga.

                Tetapi tetap tidak bisa berkomunikasi, karena pada saat itu yang menyampaikan
               adalah majikannya, yakni Mahmud Ibad Althuwairiqi.

                "Yang telepon majikannya, tetapi sampai sekarang sulit," kata Marka.

                Perginya  Fitriyah  ke luar negeri, kata Marka, adalah kemauannya sendiri, lantaran
               Fitriyah  ingin membahagiakan kedua orangtuanya dengan cara menjadi  TKW  ,
               dengan harapan mendapatkan banyak pundi-pundi rupiah.

                "Fitriyah berangkat menjadi TKW setelah lima bulan lulus dari sekolah menengah
               atas (SMA)," katanya.


                 Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak keluarga untuk mencoba berkomunikasi
               dengan  Fitriyah  atau pun memulangkan  Fitriyah  , namun sampai saat ini tidak
               pernah membuahkan hasil.

                Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten  Cirebon  ,
               Abdullah Subandi, menyebutkan, banyak tenaga kerja wanita (TKW) tak
               berprosedur dari Kabupaten  Cirebon  belum kembali ke Indonesia.

                Abdullah mengatakan, antara tahun 1980-an hingga 1900-an, banyak warga
               Kabupaten  Cirebon  yang berangkat ke  Arab Saudi  untuk menjadi  TKW  , namun
               sebagian besar berangkat tanpa prosedur oleh jasa pemberangkatan ilegal.

                Namun sejak ada Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) pada 2017, pihaknya
               langsung mendata  TKW  yang berada di  Arab Saudi  untuk kembali di Indonesia
               sesuai Undang-undang no 18 tahun 2017 tentang tenaga kerja migran.

                "Ada banyak yang belum didata, kami akan upayakan karena mereka manusia, hak
               mereka pun harus dipenuhi," katanya.

                Atase Ketenagakerjaan KBRI, Sa'dullah Affandy, mengatakan, kasus tersebut saat
               ini tengah ditangani langsung oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di
               Jeddah,  Arab Saudi  .

                "Informasinya majikan tidak kooperatif, lagi nunggu respon," katanya.















                                                       Page 84 of 136.
   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90