Page 120 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2021
P. 120

Dalam menyukseskan program tersebut, Kemnaker menjadikan agenda 6R sebagai perhatian
              utamanya.  6R  yang  dimaksud  yaitu  reformasi  kelembagaan,  redesain  substansi  pelatihan,
              revolusi SDM, revitalisasi fasilitas dan sarana prasarana, rebranding BLK, dan relationship.

              Menaker  Ida  mengatakan,  saat  ini  pemerintah  terus  memantapkan  skema  program
              penanggulangan  kemiskinan  ekstrem  yang  akan  diimplementasikan  pada  7  Provinsi  yang
              diprioritaskan, di mana salah satunya adalah Provinsi Maluku.

              "Tadi saya beserta beberapa jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju baru saja mendampingi
              Wakil Presiden RI, KH. Ma'ruf Amin, mengikuti rapat penanggulangan kemiskinan ekstrem di
              Kantor Gubernur. Di dalam rapat tersebut Kemnaker memiliki mandat untuk menekan angka
              kemiskinan  melalui  masifikasi  peningkatan  pelatihan  kerja,  serta  pelatihan  kewirausahaan
              mandiri," ungkap Menaker Ida saat membuka pelatihan Berbasis Kompetensi serta menyaksikan
              MoU dengan mitra pelatihan di BLK Ambon, Rabu (13/10/2021).

              Ida menyebut, sebelumnya, Kemnaker telah menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan
              Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah,
              guna  melakukan  Sinergi  Program  Penumbuhan  dan  Pengembangan  Kewirausahaan  dalam
              rangka Pengurangan Pengangguran dan Peningkatan Perekonomian Berbasis Desa. Di satu sisi
              terkait peningkatan kompetensi, Menaker Ida menekankan agar BLK Ambon harus menjadi garda
              terdepan dalam menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi, sertifikasi, hingga penempatan
              industri, guna mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan yang ada di Maluku.
              Lebih  lanjut, Ida menyambut  baik  atas  MoU  yang  dilakukan  oleh  pihak industri  dengan BLK
              Ambon. Menurutnya, upaya ini sangat dibutuhkan sebagai upaya dan sinergi dari BLK sebagai
              lembaga  pelatihan  dengan  para  pemangku  kepentingan  yang  ada,  baik  dari  kalangan
              pemerintah,  akademisi,  lembaga  pelatihan,  kalangan  industri/dunia  usaha,  juga  masyarakat.
              "Upaya  dan  sinergitas  inilah  yang  hendaknya  didorong  secara  maksimal  untuk  memperoleh
              dampak  positif  dalam  mengatasi  masalah  ketenagakerjaan  secara  nasional  maupun  secara
              regional di wilayah Provinsi Maluku," ujar Ida.






































                                                           119
   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124   125