Page 122 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2021
P. 122

Dalam menyukseskan program tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjadikan
              agenda  6R  sebagai  perhatian  utamanya.  6R  yang  dimaksud  yaitu  reformasi  kelembagaan,
              redesain substansi pelatihan, revolusi SDM, revitalisasi fasilitas dan sarana prasarana, rebranding
              BLK, dan relationship. Menaker Ida mengatakan, saat ini pemerintah terus memantapkan skema
              program  penanggulangan  kemiskinan ekstrem  yang akan  diimplementasikan  pada 7  provinsi
              yang diprioritaskan, di mana salah satunya adalah Maluku.

              "Tadi saya beserta beberapa jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju baru saja mendampingi
              Wakil  Presiden  RI  KH.  Ma'ruf  Amin  mengikuti  rapat  penanggulangan  kemiskinan  ekstrem  di
              Kantor Gubernur. Di dalam rapat tersebut Kemnaker memiliki mandat untuk menekan angka
              kemiskinan  melalui  masifikasi  peningkatan  pelatihan  kerja,  serta  pelatihan  kewirausahaan
              mandiri," ujarnya saat membuka pelatihan Berbasis Kompetensi serta menyaksikan MoU dengan
              mitra pelatihan di BLK Ambon, Rabu (13/10/2021).

              Menaker  Ida  menyebut,  sebelumnya,  Kemnaker  telah  menggandeng  Kementerian  Desa,
              Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil
              dan  Menengah,  guna  melakukan  Sinergi  Program  Penumbuhan  dan  Pengembangan
              Kewirausahaan  dalam  rangka  Pengurangan  Pengangguran  dan  Peningkatan  Perekonomian
              Berbasis Desa.

              Di satu sisi terkait peningkatan kompetensi, Menaker Ida menekankan agar BLK Ambon harus
              menjadi garda terdepan dalam menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi, sertifikasi, hingga
              penempatan  industri,  guna  mengurangi  angka  pengangguran  dan  kemiskinan  yang  ada  di
              Maluku. Menaker Ida menyambut baik atas MoU yang dilakukan oleh pihak industri dengan BLK
              Ambon. Menurutnya, upaya ini sangat dibutuhkan sebagai upaya dan sinergi dari BLK sebagai
              lembaga  pelatihan  dengan  para  pemangku  kepentingan  yang  ada,  baik  dari  kalangan
              pemerintah, akademisi, lembaga pelatihan, kalangan industri/dunia usaha, juga masyarakat.

              "Upaya  dan  sinergitas  inilah  yang  hendaknya  didorong  secara  maksimal  untuk  memperoleh
              dampak  positif  dalam  mengatasi  masalah  ketenagakerjaan  secara  nasional  maupun  secara
              regional di wilayah Provinsi Maluku," tuturnya. CM (ars).



































                                                           121
   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127