Page 43 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2021
P. 43

Judul               Dampak UU Cipta Kerja, Pemutihan Kerja Lebih Masif
                Nama Media          Kompas
                Newstrend           Omnibus Law
                Halaman/URL         Pg9
                Jurnalis            Age
                Tanggal             2021-10-14 04:44:00
                Ukuran              116x253mmk
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 124.700.000

                News Value          Rp 374.100.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif




              Ringkasan
              Dampak penerapan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja mulai dirasakan
              buruh,  seperti  di  sektor  tekstil  garmen  alas  kaki  dan  kulit.  Setahun  setelah  undang-undang
              disahkan,  praktik  pemutihan  hubungan  kerja  masif  terjadi  dengan  pesangon  yang  kecil  dan
              status kontrak kerja tak pasti. Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia Dian
              Septi, Rabu (13/10/2021), memberi contoh, di Kawasan Berikat Nusantara di Cakung, Jakarta,
              pemutihan kontrak kerja mulai dilakukan tiga bulan lalu. Praktik itu bukan barang baru. Namun,
              pasca-UU Cipta Kerja dan pandemi, pemutihan lebih masif.



              DAMPAK UU CIPTA KERJA, PEMUTIHAN KERJA LEBIH MASIF

              Dampak penerapan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja mulai dirasakan
              buruh,  seperti  di  sektor  tekstil  garmen  alas  kaki  dan  kulit.  Setahun  setelah  undang-undang
              disahkan, praktik pemutihan hubungan kerja masif teijadi dengan pesangon yang kecil dan status
              kontrak kerja tak pasti. Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia Dian Septi,
              Rabu  (13/10/2021),  memberi  contoh,  di  Kawasan  Berikat  Nusantara  di  Cakung,  Jakarta,
              pemutihan kontrak kerja mulai dilakukan tiga bulan lalu. Praktik itu bukan barang baru. Namun,
              pasca-UU Cipta Kerja dan pandemi, pemutihan lebih masif.

              Pemutihan status kerja adalah praktik pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja tetap
              untuk  dipekerjakan  kembali  dengan  status  pekerja  kontrak  (perjanjian  kerja  waktu
              tertentu/PKWT). Beberapa kasus pemutihan dilakukan karena perusahaan merelokasi pabrik ke
              daerah lain, umumnya ke Jawa Tengah. Menurut Dian, jumlah pemutihan status kerja pasca-UU
              Cipta Kerja sekitar dua kali lipat sebelumnya. Selain itu, menurut Dian, besar pesangon yang
              diterima  buruh  juga  jauh  lebih  kecil  dari  sebelumnya.  Sebelum  UU  Cipta  Kerja,  buruh  yang
              terkena pemutihan setidaknya masih mendapat pesangon satu kali ketentuan di Undang-Undang
              Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Namun, setelah UU Cipta Kerja, buruh yang
              mengalami pemutihan hanya dapat pesangon 0,1-0,25 persen dari ketentuan.

              Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja dan
              Waktu  Istirahat,  dan  PHK  mengatur,  pesangon  paling  rendah  yang  dapat  diberikan  kepada
              pekerja adalah 0,5 persen dari ketentuan. Itu diberikan untuk situasi tertentu, seperti ketika
                                                           42
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48