Page 44 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2021
P. 44

perusahaan  mengalami  kerugian,  melakukan  efisiensi,  atau  terpaksa  tutup  karena  keadaan
              mendesak (force majeure).
              Kepastian kerja

              Selain  besaran  pesangon  yang  kecil,  buruh  yang  dipe-kerjakan  kembali  sebagai  buruh
              kontrak/PKWT juga tidak mendapat kepastian kerja. Perusahaan sudah mengacu pada UU Cipta
              Kerja yang memperpanjang batasan waktu kontrak dari sebelumnya maksimal 2 tahun menjadi
              5 tahun. PKWT juga diterapkan untuk berbagai jenis pekerjaan, termasuk pekerjaan inti (core
              business), yang seharusnya oleh pekerja tetap. Riset "Mitigasi Dampak Penerapan UU Cipta Kerja
              dan Peraturan Turunannya" oleh Trade Union Rights Centre (TURC) dan sejumlah serikat buruh
              juga menggarisbawahi fenomena ini. Hasil riset itu dipaparkan ke Kementerian Ketenagakerjaan
              dalam audiensi pekan lalu.

              Peneliti TURC Rizki Amalia Fathikhah mengatakan, ketentuan perubahan batas waktu PKWT di
              UU Cipta Kerja memperkecil kesempatan pekerja kontrak untuk jadi pekerja tetap. Ada juga
              kekhawatiran  bahwa  pekerja  tetap  yang  mengalami  PHK  dapat  digantikan  pekerja  alih  daya
              karena UU Cipta Kerja tidak mengatur tegas batasan kategori jenis pekerjaan yang boleh dial
              ihdayakan. Direktur Eksekutif TURC Andriko O tang menambahkan, di tengah pandemi mulai
              ditemukan pula sistem pengupahan berdasarkan satuan waktu atau dibayar per jam atau per
              hari  untuk  pekerja  PKWT.  Dampaknya,  pekerja  yang  sakit  memaksakan  diri  bekerja  agar
              upahnya  tidak  tergerus.  Pemerintah  diharapkan  merevisi  PP  turunan  UU  Cipta  Kerja  dan
              mengatur lebih rinci beberapa aspek, seperti jenis pekerjaan yang boleh dialihdayakan.

              Sementara itu, pemerintah melakukan dialog dan evaluasi terkait implementasi UU Cipta Kerja
              dan peraturan turunannya, seperti PP dan perjanjian kerja bersama (PKB). Dalam dialog dengan
              perwakilan serikat buruh, manajemen perusahaan, dan mediator hubungan industrial, Direktur
              Hubungan  Kerja  dan  Pengupahan  Kementerian  Ketenagakerjaan  Dinar  Titus  Jogaswitani
              mengatakan, kehadiran UU Cipta Kerja dan peraturan pelaksananya bukan untuk men-degradasi
              kualitas PP dan PKB.

              Perubahan  peraturan  perundangan  tak  serta-merta  mengubah  ketentuan  peraturan  internal
              perusahaan yang berlaku. "Kecuali, dilakukan perubahan atas dasar kesepakatan pekerja atau
              serikat  pekerja  dengan  pengusaha.  Hakikatnya  harus  ada  kesepakatan  antara  kedua  belah
              pihak," ujarnya. (AGE)






























                                                           43
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49