Page 53 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2021
P. 53

Penulis laporan ini yang tinggal di Los Angeles melakukan wawancara dengan PRT yang menjadi
              korban, juga didukung oleh wawancara lainnya dengan penyedia layanan sosial, teman-teman
              korban  serta  atas  dasar  pernyataan  yang  diberikan  di  bawah  sumpah  sebagai  bagian  dari
              pengajuan T-visa korban.

              T-visa merupakan dokumen khusus yang diberikan kepada korban penyelundupan manusia. T-
              visa  merupakan  jenis  visa  non-imigran  yang  mengizinkan  korban  tetap  tinggal  di  AS  untuk
              membantu penyelidikan atau penuntutan kasus penyelundupan manusia.

              Seorang  PRT  Indonesia  yang  diulas  The  Washington  Post  Magazine  dalam  laporan  yang
              dipublikasikan pada 6 Oktober lalu, disebut bernama Sri Yatun, yang bekerja sebagai PRT untuk
              seorang pejabat konsuler Indonesia dan suaminya di Los Angeles.

              Sri disebut tiba di AS tahun 2004 lalu, menjadi salah satu dari sekian banyak PRT yang dibawa
              setiap tahunnya oleh para diplomat dan pejabat asing ke AS di bawah program visa khusus.
              Setiap tahun, Departemen Luar Negeri AS merilis 1.200 - 1.800 visa khusus semacam ini.
              Visa A-3 untuk pekerja yang dipekerjakan para pejabat diplomatik asing dan visa G-5 untuk para
              pekerja  yang  dipekerjakan  staf  organisasi  internasional  seperti  Bank  Dunia.  Secara  khusus
              melekat pada majikan, visa itu memberikan para PRT izin kerja dan status imigrasi yang sah.

              Visa ini sangat berpengaruh, tapi juga bisa memungkinkan penyalahgunaan. Kemampuan para
              PRT  untuk  tinggal  secara  legal  di  AS  ada  di  tangan  para  majikan  mereka  --  yang  mungkin
              memiliki kekebalan diplomatik dari aturan hukum AS.

              Sementara banyak PRT yang memiliki hubungan saling menghormati dan mendalam dengan
              majikan mereka, ketidakseimbangan kekuasaan yang diberikan visa itu bisa memicu berbagai
              persoalan, seperti overwork, dibayar kecil dan persoalan lebih buruk lainnya.

              Selengkapnya di halaman berikutnya Dalam kasus Sri yang kini berusia 32 tahun, dia bekerja
              pada majikannya sejak masih di Indonesia. Ketika sang majikan hendak ditugaskan ke AS, Sri
              menyatakan bersedia ikut meski mengaku tak tahu apa yang akan terjadi. Untuk sementara
              waktu, dia pindah ke Jakarta dan bekerja untuk majikannya dan suaminya. Dia melakukan tugas-
              tugas rumah tangga dan mengasuh bayi majikannya yang saat itu berusia 6 bulan.

              Namun, dituturkan Sri bahwa sang majikan saat memberitahunya bahwa dia akan bekerja tanpa
              upah selama empat bulan pertama hingga mereka pindah ke AS -- informasi ini didasarkan pada
              keterangan Sri dan dokumen T-visa. Dituturkan Sri bahwa sang majikan menyebut upahnya akan
              digunakan untuk membayar pengajuan visa dan tiket pesawat ke AS.

              Saat itu Sri meyakinkan dirinya bahwa semuanya tidak akan sia-sia. Kontrak bekerja di AS terlihat
              bagus: US$ 400 per minggu untuk bekerja selama 40 jam dan tambahan US$ 13 per jam untuk
              lembur.

              Namun setibanya di AS, Sri bekerja siang dan malam, tanpa libur -- masih menurut dokumen T-
              visa serta wawancara dengan tiga teman Sri dan seorang aktivis anti-perdagangan manusia asal
              Indonesia yang membantu Sri bertahun-tahun kemudian.

              Sri menuturkan bahwa dirinya kadang-kadang diberi upah US$ 50 hingga US$ 100 lebih dalam
              sebulan.  Semua  ini  dilakukannya  sambil  menanggung  pelecehan  verbal  dan  ancaman  dari
              majikannya dan suami majikannya.

              Dituturkan Sri bahwa suami majikannya suka meledak-ledak dan pernah melakukan kekerasan
              terhadapnya  secara  verbal,  bahkan  pernah  suatu  waktu  melemparkan  remote  control  dan
              mengenai kepala Sri.

                                                           52
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58