Page 94 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 JUNI 2020
P. 94
harus bergeser ke sektor informal," kata Beti dalam Talkshow bertajuk 'Update Tim
Pakar: Penanganan Covid-19 - Respon dan Transformasi', di Graha BNPB, Jakarta
Timur, Selasa (12/5).
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan hingga 20 April 2020 tercatat 2 juta
tenaga kerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebanyak 62 persen
dari jumlah tersebut merupakan tenaga kerja di sektor formal. Sementara 26 persen
lainnya berasal dari sektor informal dan UMKM.
Tak hanya itu, berdasarkan data yang dikeluarkan Kamar Dagang dan Industri
Indonesia (Kadin), jumlah korban PHK dari sektor formal bertambah jadi 6 juta
orang. Beti menyebutkan situasi pandemi yang belum diketahui akhirnya ini sangat
tidak menguntungkan. Terutama bagi mereka yang mengalami PHK.
Pilihan beralih ke sektor informal juga dianggap tidak mudah. Mereka tetap akan
berhadapan dengan kebutuhan sehari-hari yang perlu dipenuhi.
"Apapun pilihannya mereka tetap harus memenuhi kebutuhan," kata Beti.
Beti menilai, masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan catatan disiplin dalam
melakukan protokol pencegahan Covid-19. Menggunakan masker, menjaga jarak,
menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan
badan dan lingkungan. Termasuk menjaga imunitas dan rajin berolahraga.
Situasi pandemi ini Beti menyebutnya new normal. Sebab semua aktivitas dikerjakan
dari rumah. Mulai dari bekerja, belajar, hingga beribadah dari rumah. Kondisi ini
juga menuntut masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat.
"Jadi memang situasi new normal ini selain bekerja dari rumah juga membawa kita
pada pola hidup sehat dan bersih," kata Beti mengakhiri.
Reporter: Anisyah Al Faqir Sumber: Merdeka.com.
Page 93 of 126.

