Page 105 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 NOVEMBER 2019
P. 105
Title KENAIKAN UMP DIKHAWATIRKAN BIKIN PELAKU USAHA ANGKAT KAKI DARI INDONESIA
Media Name merdeka.com
Pub. Date 05 November 2019
https://www.merdeka.com/uang/kenaikan-ump-dikhawatirkan-bikin-pelaku-u saha-
Page/URL
angkat-kaki-dari-indonesia.html
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani
mengkhawatirkan perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia merelokasi bisnis
ke negara lain. Hal tersebut merupakan imbas dari kenaikan upah minimum provinsi
(UMP) 8,51 persen pada 2020.
Menurutnya, kenaikan UMP bakal memancing perusahaan merelokasi pabriknya dari
provinsi yang upahnya tinggi ke provinsi yang upahnya masih cenderung rendah.
"Ini kalau dilihat dari pertumbuhannya yang sangat tinggi, industri makin lama akan
makin pindah. Ke mana? Salah satunya ke Jawa Tengah," kata dia, di Jakarta, Selasa
(5/11).
Hal tersebut tentu belum terlalu menjadi persoalan. Namun, perlu dikhawatirkan jika
pelaku usaha kemudian memutuskan angkat kaki dari Indonesia.
"Tapi kalau pindahnya ke luar? Kan akan jadi non-produktif UMR ini. Kalau naiknya
tinggi, tapi tidak ada investasi masuk, kemudian yang ada malah relokasi, kan jadi
rugi," imbuhnya.
Menurutnya, kenaikan UMP mesti dicari keselarasan, misalnya kenaikan UMP untuk
setiap daerah tidak sama persentasenya. "Kalau kenaikan makin tinggi, selalu sama
di semua daerah, kan gap-nya makin lama makin tinggi. Sedangkan dari segi
produktivitas tidak terkejar. Itu juga yang kita berikan masukan ke pemerintah,"
ungkapnya.
Pihaknya sudah memberikan masukan ke pemerintah agar kenaikan UMP dilihat
dulu per daerah. Kemudian perlu juga dilihat industri apa yang sudah berkembang di
daerah itu apa, dan bagaimana segi penyerapan tenaga kerjanya.
Page 104 of 142.

