Page 107 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 NOVEMBER 2019
P. 107
Title KADIN KHAWATIR INVESTOR CABUT KE LUAR NEGERI AKIBAT UMP NAIK TERUS
Media Name liputan6.com
Pub. Date 05 November 2019
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4103697/kadin-khawatir-investor-c abut-ke-luar-
Page/URL
negeri-akibat-ump-naik-terus
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani
mengkhawatirkan perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia merelokasi bisnis
ke negara lain. Hal tersebut merupakan imbas dari kenaikan upah minimum provinsi
(UMP) 8,51 persen pada 2020.
Rosan menjelaskan, kenaikan UMP bakal memancing perusahaan merelokasi
pabriknya dari provinsi yang upahnya tinggi ke provinsi yang upahnya masih
cenderung rendah.
"Ini kalau dilihat dari pertumbuhannya yang sangat tinggi, industri makin lama akan
makin pindah. Kemana? Salah satunya ke Jawa Tengah," kata dia, di Jakarta, Selasa
(5/11/2019).
Hal tersebut tentu belum terlalu menjadi persoalan. Namun, perlu dikhawatirkan jika
pelaku usaha kemudian memutuskan angkat kaki dari Indonesia.
"Tapi kalau pindahnya ke luar? Kan akan jadi non-produktif UMR ini. Kalau naiknya
tinggi, tapi tidak ada investasi masuk, kemudian yang ada malah relokasi, kan jadi
rugi," imbuhnya.
Menurut dia memang mesti dicari keselarasan. Misalnya kenaikan UMP untuk setiap
daerah tidak sama persentasenya.
"Kalau kenaikan makin tinggi, selalu sama di semua daerah, kan gap-nya makin lama
makn tinggi. Sedangkan dari segi produktivitas tidak terkejar. Itu juga yang kita
berikan masukan ke pemerintah," ungkapnya.
Pihaknya sudah memberikan masukan ke pemerintah agar kenaikan UMP dilihat
dulu per daerah. Kemudian perlu juga dilihat industri apa yang sudah berkembang di
Page 106 of 142.

