Page 108 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 NOVEMBER 2019
P. 108
daerah itu apa, dan bagaimana segi penyerapan tenaga kerjanya.
"Jadi jangan disamaratakan dulu. Karena yang 1 daerah sudah Rp 4 juta terus satu
lagi masih Rp 1,7 juta, naiknya sama kan akan terus ada gap. Akibatnya pasti pindah
ke yang (upahnya) lebih rendah. Yang kita khawatirkan pindahnya enggak ke sesama
provinsi, tapi ke negara lain," ucap Rosan.
UMP 2020 Naik 8,51 Persen
Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)
menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum
Kabupaten/Kota (UMK) 2020 sebesar 8,51 persen.
Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-
m/308/HI.01.00/X/2019 tanggal 15 Oktober 2019 tentang Penyampaian Data Tingkat
Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019.
Dikutip dari Surat Edaran tersebut, kenaikan UMP ini berdasarkan pada data inflasi
nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi (pertumbuhan produk domestik
bruto) yang akan digunakan untuk menghitung upah minimum tahun 2020
bersumber dari Badan Pusar Statistik Republik IndonesIa (BPS RI)," bunyi SE tersebut
seperti yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Kamis (17/10/2019).
Berdasarkan Surat Kepala BPS RI Nomor B-246/BPS/1000/10/2019 Tanggal 2
Oktober 2019. lnflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional sebagai berikut:
a. Inflasi Nasional sebesar 3,39 persen
b. Pertumbuhan Ekonomi Nasional (Pertumbuhan PDB) sebesar 5,12 persen
"Dengan demikian, kenalkan UMP dan/atau UMK Tahun 2020 berdasarkan data
Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional yaitu 8,51 persen," demikian
tertulis dalam SE tersebut.
Page 107 of 142.

