Page 47 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 NOVEMBER 2019
P. 47
Title PENAIKAN UMP BISA JADI BUMERANG
Media Name mediaindonesia.com
Pub. Date 05 November 2019
Page/URL https://mediaindonesia.com/read/detail/269586-penaikan-ump-bisa-jadi-b umerang
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
KEPALA Kajian Makroekonomi dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat
Universitas Indonesia (LPEM UI) Febrio Kacaribu menyebutkan sistem penaikan upah
minimum provinsi (UMP) yang dilakukan tiap tahun dapat menjadi bumerang pada
industri manufaktur.
Pasalnya, dalam beberapa tahun belakangan, di saat kesejahteraan pekerja
meningkat lantaran penaikan UMP tiap tahun itu, di saat yang bersamaan juga
terjadi pemangkasan jumlah pekerja. Alhasil industri manufaktur pun terpengaruh.
"UMP naik itu tidak menolong tenaga kerja secara keseluruhan, justru lapangan kerja
malah berkurang, sehingga sektor manufaktur tidak terkover," kata Febrio di Gedung
LMEP UI, Jakarta, kemarin.
Berdasarkan pengamatannya, penaikan UMP secara rutin sebesar 8,51% tiap
tahunnya selalu dibarengi dengan pemangkasan jumlah pekerja oleh pelaku usaha.
Ia menambahkan, penghi-tungan penaikan UMP dengan menghitung pertumbuhan
ekonomi ditambah dengan inflasi merupakan rumusan yang tak relevan.
Menurutnya, dengan kalkulasi itu akan terjadi negosiasi penaikkan UMP hingga 15%.
"Ini sudah tidak sehat. Tidak hanya untuk manufaktur dan pengusahanya, tapi juga
bagi tenaga kerjanya. Akan terjadi lay off, semakin banyak pengurangan tenaga
kerja," tukasnya.
Akhir Oktober lalu, Direktur Pengupahan Kementerian Ketenagakerjaan Dinar Titus
Jogaswitani mengatakan penaikan UMP 2020 sebesar 8,51% merupakan jalan tengah
yang mempertemukan kepentingan pekerja dan pengusaha.
"Angka ini kan diambil dari inflasi nasional sebesar 3,39% ditambah dengan
Page 46 of 142.

