Page 172 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 SEPTEMBER 2021
P. 172
Pertama yakni Instruksi Presiden Nomor 02 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan
Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, kata Wapres saat menyerahkan Penghargaan Jaminan
Sosial Ketenagakerjaan atau Anugerah Paritrana Tahun 2020 secara simbolis melalui konferensi
video dari Jakarta, Kamis.
"Regulasi ini menginstruksikan kepada 24 kementerian dan lembaga pemerintah non-
kementerian (K/L), para gubernur, bupati dan wali kota sesuai tugas, fungsi dan kewenangan
masing-masing," kata Wapres.
Inpres tersebut, lanjut Wapres, juga memberi arahan kepada kepala daerah untuk melakukan
optimalisasi pelaksanaan program Jamsostek kepada masyarakat pekerja swasta.
"Khususnya, meningkatkan perlindungan pekerja non-ASN (aparatur sipil negara) dengan
menyiapkan anggaran serta regulasi yang mendukung pelaksanaannya," tambahnya.
Selanjutnya, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga telah
menerbitkan Permendagri Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022.
"Salah satu isi dalam regulasi itu adalah mengatur penganggaran Jamsostek untuk perlindungan
para pekerja non-ASN, penyelenggara pemilu, pekerja rentan hingga pekerja di BUMD (Badan
Usaha Milik Daerah) se-Indonesia," jelasnya.
Dengan terbitnya Inpres dan Permendagri tersebut, Wapres berharap seluruh kepala daerah
berperan penting dalam mendorong perlindungan seluruh pekerja di K/L dan pemerintah daerah.
"Saya berharap dengan hadirnya peraturan-peraturan dan kebijakan ini, kita memiliki dasar
untuk semakin optimal dalam mendorong perlindungan menyeluruh bagi para pekerja," katanya.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan berbagai program bantuan
sosial diluncurkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar dan mempertahankan
keberlangsungan ekonomi nasional.
"Salah satunya adalah Bantuan Subsidi Upah yang telah diluncurkan pada 2020 dan kemudian
dilanjutkan di 2021 ini dengan menggunakan basis data BPJS Ketenagakerjaan," ujar Ida.
171

