Page 240 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 SEPTEMBER 2021
P. 240
KEMNAKER KLAIM STIMULUS PEMERINTAH BERHASIL TEKAN ANGKA
PENGANGGURAN
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi menyatakan,
kondisi pasar kerja di Indonesia setelah pandemi Covid-19 ini berdampak pada sisi demand
dalam pasar tenaga kerja. Hal ini ditunjukkan dari total pekerja terdampak dari sisi demand
sebesar 18,45 juta orang atau 96,6 persen dari seluruh total penduduk usia kerja yang
terdampak.
Hal tersebut menunjukkan bahwa PHK pada masa pandemi, sesungguhnya tidak terlalu
berkontribusi besar terhadap tingkat pengangguran secara umum. "Sebab langkah pemerintah
dalam bentuk berbagai program bantuan atau stimulus cukup berhasil menekan angka
pengangguran karena COVID-19," kata Sekjen Anwar Sanusi di Jakarta, ditulis Kamis (9/9).
Sekjen Anwar Sanusi menilai ledakan PHK kurang tepat digunakan mengingat relatif kecilnya
tingkat pengangguran akibat Covid-19, meskipun sektor informal menjadi jaring pengaman
penyerapan tenaga kerja.
"Persentase tenaga kerja di sektor informal selama masa pandemi cenderung meningkat dari
56,64% pada Februari 2020 menjadi 59,62% pada Februari 2021," katanya.
Selanjutnya Dari sisi regulasi, Kemnaker telah menerbitkan 2 Permenaker, 2 Kepmenaker, dan 4
Surat Edaran untuk mengantisipasi PHK sebagai dampak pandemi. Sesuai regulasi diatas, dari
sisi pengupahan, Pemerintah telah memberikan panduan dalam pelaksanaan pengupahan bagi
perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan usaha,
agar tetap dapat memenuhi hak-hak pekerja/buruh.
"Dalam menjalankan program Bantuan Subsidi Gaji/Upah Tahun 2020 dan 2021, menyesuaikan
besaran pembayaran upah pekerja/buruh berdasarkan kesepakatan pengusaha dan pekerja,"
katanya.
Dia menambahkan, dampak PPKM terhadap jumlah pengangguran berdampak pada tingkat
pengangguran. Ini diindikasikan dari data sebelumnya terkait pengangguran karena COVID-19,
selain itu perubahan pencarian lapangan kerja lebih banyak pada bidang digital yang terjadi
secara intens selama masa pandemi, namun belum sepenuhnya mengubah pola pencarian
lapangan kerja.
"Kondisi ini diindikasikan dari beberapa hal seperti persentase penduduk bekerja di sektor
pertanian selama masa pandemi Covid-19 meningkat dari 29,23 persen pada Februari 2020
menjadi 29,59 persen pada Februari 2021," tandasnya.
[bim].
239

