Page 72 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 OKTOBER 2019
P. 72

Title         UMK KULON PROGO 2020 DIUSULKAN RP1.750.483
                Media Name    jogja.antaranews.com
                Pub. Date     24 Oktober 2019
                              https://jogja.antaranews.com/berita/399424/umk-kulon-progo-2020-diusul kan-
                Page/URL
                              rp1750483
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Positive









               Kulon Progo - Dewan Pengupahan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta,
               mengusulkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2020 naik 8,51 persen dari 2019 sebesar
               Rp1.613.200 menjadi Rp1.750.483.

               Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo, Eko Wisnu Wardana
               di Kulon Progo, Kamis, mengatakan pihaknya sudah mendapat surat edaran dari Menteri
               Tenaga Kerja Nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019 terkait Penyampaian Data Tingkat Inflasi
               Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Tahun 2019.

               Dari edaran tersebut, disebutkan bahwa besaran inflasi nasional sebesar 3,39 persen dan
               pertumbuhan PDB sebesar 5,12 persen. Kedua komponen itu, inflasi nasional dan
               pertumbuhan PDB, kemudian mempengaruhi kenaikan UMK dan UMP di Indonesia.

               "Usulan dewan pengupahan ini masih terus dibahas. Pada 30 Oktober ini, kami akan
               menyerahkan ke Gubernur DIY. Keputusan akhir UMK sepenuhnya menjadi kewenangan
               gubernur," kata Eko.

               Ia mengatakan pihaknya secara berkala melakukan pemantauan harga kebutuhan hidup
               layak (KHL) di pasar rakyak, yakni Pasar Glaeng (Kecamatan Temon) dan Pasar Sentolo
               (Kecamatan Sentolo). Berdasarkan hasil pemantauan, KHL di Kulon Progi berkisar Rp1,5
               juta hingga Rp1,6 juta.

               "KHL 2019 di Kulon Progo sebesar Rp1,5 juta. Jadi, UMK 2019 di Kulon Progo di atas KHL.
               Kami berharap UMK 2020 juga di atas KHL," harapnya.

               Eko Wisnu mengakui adanya Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo ini turut
               mempengaruhi KHL di Kulon Progo. "Secara umum ada sekitar enam komponen yang
               berubah, tapi sedang akan di-FDG-kan besok di Semarang," kata dia.

               Sementara itu Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo berharap UMK Kulon Progo nanti bisa
               berada di angka yang wajar.

               "Artinya bisa diterima teman-teman pekerja dan pengusaha, tidak tinggi juga tidak rendah.
               Kami berharap UMK 2020 tidak merugikan semua pihak, sehingga mampu meningkatkan
               kinerja dan bagi perusahaan juga berkembang dengan baik," katanya.







                                                       Page 54 of 112.
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77