Page 128 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 SEPTEMBER 2021
P. 128

MENAKER DORONG PEKERJA INFORMAL DAFTAR BPJS KETENAGAKERJAAN

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengajak pekerja informal atau pekerja bukan penerima
              upah  untuk  mendaftarkan  diri  menjadi  peserta  BPJS  Ketenagakerjaan  agar  mendapatkan
              jaminan perlindungan sosial.

              Pasalnya, kata dia, saat ini jumlah pekerja informal jauh lebih banyak dibanding pekerja formal
              atau pekerja penerima upah. Namun, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan masih didominasi oleh
              pekerja formal.

              "Apalagi di masa pandemi ini, pekerja informal naik cukup signifikan. Jadi data Februari 2021
              pekerja  informal  kita  jumlahnya  itu  59%,  hampir  60%  itu  pekerja  bukan  penerima  upah,
              sementara  yang  penerima  upah  40%-an,"  ucapnya  dalam  keterangan  tertulis,  Senin
              (13/9/2021).

              Hal ini dia ungkapkan pada acara Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Bukan
              Penerima Upah di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/9).

              Menurutnya, baik pekerja formal maupun informal, keduanya memiliki risiko kerja. Apalagi dalam
              kondisi pandemi COVID-19 ini membuat siapa pun seharusnya merasa perlu untuk mendapatkan
              jaminan sosial.

              "Bapak, Ibu, cobalah pikir keluarga, pikir istri/suami, pikirkan anak juga kalau mereka butuh
              pendidikan. Istri atau suami butuh untuk tetap survive karena risiko selalu menghampiri kita
              apapun pekerjaannya mulai dari kecelakaan kerja sampai meninggal," ucapnya.

              "Ayo aware. Risiko kerja itu bisa terjadi kapan saja dan di mana saja," imbuhnya.

              Menurutnya,  dengan  membayar  iuran  program  mulai  Rp  16.800  per  bulan,  pekerja  akan
              mendapatkan  perlindungan  Jaminan  Kecelakaan  Kerja  (JKK)  yang  manfaatnya  berupa
              pengobatan tanpa batas biaya, serta Jaminan Kematian (JKm) yang manfaatnya akan diterima
              ahli waris jika peserta meninggal dunia berupa santunan uang tunai.

              "Jadi kalau ada yang meninggal maka pendidikan anaknya ditanggung sampai perguruan tinggi.
              Kemudian yang di-cover tidak hanya 1 anak, tapi 2 anak. Itu salah satu cara kita melahirkan
              generasi-generasi baru yang masa depannya sudah kita pikirkan," ucapnya.






























                                                           127
   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133