Page 27 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2019
P. 27

Menurutnya, tantangan ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan cukup
               berat. Mengutip pendapat Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath, mengatakan ekonomi
               dunia akan menghadapi masa 'genting' pada 2020 mendatang.

                 Kegentingan yang tersirat dalam update Outlook Ekonomi Dunia kuartalan
               meramalkan ekonomi dunia tahun ini hanya akan menyentuh 3,2 persen, atau turun

               dibandingkan proyeksi April yang masih 3,3 persen.

                Sementara itu, IMF meramalkan ekonomi dunia akan tumbuh 3,5 persen pada
               2020, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang mencapai 3,6 persen.


                Lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia ini juga akan berimbas kepada Indonesia
               yang salah satunya ialah dalam hal penciptaan lapangan kerja di dalam negeri.
               Apalagi Indonesia juga mendapatkan Bonus Demografi yang diprediksi akan terjadi
               pada 10 tahun ke depan.


                Artinya adanya jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) pada 2020-2030 akan
               mencapai 70 persen, sedangkan 30 persen adalah penduduk dengan usia non-
               produktif (di bawah 15 tahun dan diatas 65 tahun). Bila dilihat dari jumlahnya,
               penduduk usia produktif mencapai sekitar 180 juta, sementara penduduk non-
               produktif hanya 60 juta jiwa.


                Karena itu, Apjati akan mendorong penyiapan PMI yang terampil dan memiliki
               kompetensi yang dibutuhkan para pengguna di luar negeri.

                "Kami memahami bahwa pidato Presiden Jokowi tentang perlunya bangsa ini
               menyiapkan agenda SDM unggul untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain itu

               memang merupakan agenda yang kita persiapkan untuk 5 tahun ke depan,"
               sebutnya.

                Ayub menambahkan, peningkatan remitansi ini berkaitan dengan PMI yang
               terampil, bersertifikat, memiliki kemampuan bahasa di negara penempatan,
               termasuk mampu berbahasa Inggris merupkan bonus utama bagi PMI.


                Apjati memahami, bahwa sumber pemasukan dari bahan baku fosil tentu suatu
               saat akan habis. Karena itu, Apjati bersama stakeholder terkait terus mendorong
               pengembangan kompetensi PMI agar memiliki daya saing tinggi. Asumsinya, dengan
               dengan jumlah penempatan PMI yang besar seharusnya remitansi yang dihasilkan
               juga besar.


                Pada saat bersamaan, lanjut Ayub, Apjati juga terus melakukan peningkatan
               kualitas PMI melalui Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) ke Arab Saudi yang
               sudah berjalan saat ini.




                                                       Page 26 of 130.
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32