Page 24 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2019
P. 24
Lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia ini juga akan berimbas kepada Indonesia
yang salah satunya ialah dalam hal penciptaan lapangan kerja di dalam negeri.
Apalagi Indonesia juga mendapatkan Bonus Demografi yang diprediksi terjadi pada
10 tahun ke depan.
Artinya adanya jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) pada 2020-2030 akan
mencapai 70 persen, sedangkan 30 persen adalah penduduk dengan usia non-
produktif (di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun). Bila dilihat dari jumlahnya,
penduduk usia produktif mencapai sekitar 180 juta, sementara penduduk non-
produktif hanya 60 juta jiwa.
Karena itu, Apjati akan mendorong penyiapan PMI yang terampil dan memiliki
kompetensi yang dibutuhkan para pengguna di luar negeri.
"Kami memahami bahwa pidato Presiden Jokowi tentang perlunya bangsa ini
menyiapkan agenda SDM unggul untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain itu
memang merupakan agenda yang kita persiapkan untuk 5 tahun ke depan,"
sebutnya.
Ayub menambahkan, peningkatan remitansi ini berkaitan dengan PMI yang terampil,
bersertifikat, memiliki kemampuan bahasa di negara penempatan, termasuk
mampu berbahasa Inggris merupkan bonus utama bagi PMI.
Apjati memahami, bahwa sumber pemasukan dari bahan baku fosil tentu suatu saat
akan habis. Karena itu, Apjati bersama stakeholder terkait terus mendorong
pengembangan kompetensi PMI agar memiliki daya saing tinggi. Asumsinya, dengan
dengan jumlah penempatan PMI yang besar seharusnya remitansi yang dihasilkan
juga besar.
Pada saat bersamaan, lanjut Ayub, Apjati juga terus melakukan peningkatan kualitas
PMI melalui Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) ke Arab Saudi yang sudah
berjalan saat ini.
Selama 8 tahun devisa yang dikumpulkan dari Timur Tengah menurun drastis
lantaran tidak ada penempatan PMI. Karena itu, dengan pembukaan penempatan
PMI ke Arab Saudi diharapkan akan meningkatkan remitansi dari Arab Saudi.
Selain itu, Apjati sedang menjalin kerja sama dengan negeri Cina di sektor Awak
Buah Kapal (ABK), perikanan dan sektor manufaktur lainnya.
Catatan Apjati selama kunjungan ke Cina dua bulan lalu melihat adanya permintaan
yang tinggi untuk penempatan PMI berketerampilan di sektor kelautan dan
perikanan. "Saat ini sudah banyak pekerja asing dari Kamboja, Vietnam, Myanmar,
dan Bangladesh yang bekerja di sektor kelautan dan perikanan," katanya.
"Galangan industri kapal perikanan laut Cina banyak membutuhkan ABK dan PMI di
sektor manufacture pengolahan hasil ikan. Intinya, Apjati dalam 5 tahun ke depan
akan terus membantu peningkatan remitansi kepada negara melalui penempatan
PMI berkualitas, kompeten dan memiliki daya saing yang tinggi," ujarnya.
Page 23 of 130.

