Page 67 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2019
P. 67
Kabupaten Sanggau menempati posisi ketujuh UMK terbesar di Kalbar dengan
angka Rp 2.515.262.
"Kemarin sudah ditetapkan dan kita usul ke Gubernur.
UMK yang disepakati Rp 2.515.262 untuk tahun 2020," kata Kadisnakertrans
Kabupaten Sanggau Paulus Usrin.
Paulus menjelaskan, UMK ditetapkan melalui Rakor bersama unsur pemerintah,
Dewan Pengupahan Kabupaten Sanggau, Serikat Pekerja dan Apindo.
Penetapan UMK tersebut, dasar hukumnya adalah PP 78 Tahun 2015. UU Nomor
13 Th 2003, Permenaker 15 Tahun 2018 dan Permenaker 21 Tahun 2016.
Berlaku Tahun Depan UMK Sanggau dan Kota Pontianak hampir sama.
Dari data yang diterima Tribun, UMK Pontianak sebesar Rp 2.515.000 dan
menempatkannya di posisi ke delapan.
Kabupaten Kapuas Hulu menempati posisi kesembilan UMK 2020 dengan besaran
Rp 2.483.000.
Plt Kepala Dinas Perindustrian, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kapuas
Hulu Abdul Karim menyatakan besaran UMK itu sudah diusulkan ke Gubernur
Kalbar .
"Usulan UMK tersebut menyesuaikan atau berdasarkan inflasi. Dimana UMP
tingkat provinsi tahun 2020 sebesar Rp 2.399.698," ujarnya.
Abdul Karim menjelaskan, usulan UMK ini hasil kesepakatan bersama semua
pihak.
"Jadi yang menentukan UMK adalah Gubernur Kalbar . Kabupaten hanya bisa
mengusulkan dan akhirnya keluarlah SK dari Gubernur Kalbar ," ucapnya.
Abdul Karim menuturkan, UMK 2019 sebesar Rp 2.381.700 dan 2020 menjadi Rp
2.483.000.
Sedangkan UMK S perkebunan 2019 sebesar Rp 2.539.000 dan 2020 berubah
menjadi Rp 2.692.900.
Ia mengimbau seluruh perusahaan menaati UMK yang telah ditetapkan oleh
pemerintah.
"Untuk sementara belum ada dapat laporan secara tertulis terkait masalah UMK
dari tenaga kerja. Selama ini kami selalu mengawasi persoalan UMK di Kapuas
Hulu," ungkapnya.
Page 66 of 130.

