Page 68 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2019
P. 68
Dari data yang Tribun himpun hingga Jumat, Pemkab Sekadau berada di posisi 10
UMK terbesar 2020.
Pemkab Sekadau mengajukan nilai Rp 2.461.000 kepada Gubernur Kalbar untuk
disahkan.
Nilai UMK ini mengalami kenaikan 8,51 persen dari UMK 2019 senilai Rp
2.267.970.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sekadau Moris menyampaikan,
pihaknya tinggal menunggu keputusan dari Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji.
Sementara itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji sudah mengeluarkan surat keputusan
tentang Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalbar 2020 sebesar Rp 2.399.698.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Barat Ignasius
mengatakan penerapan Upah Minimum Provinsi Kalbar resmi diterapkan pada 1
Januari 2020.
Ia mengatakan memang untuk Penetapan UMP sudah pada 1 November 2019 lalu
dan sudah menjadi mekanisme seperti itu.
"Jadi memang sudah mekanismenya seperti itu untuk UMP 2020 ditetapkan pada
2019 ," ujarnya.
Mekanismenya sudah ditetapkan pada 1 November 2019 tapi berlaku pada 1
Januari 2020 karena memang kenaikan UMP di khususkan untuk 2020.
"UMP sudah ditetapkan tahun ini dan kita akan mengawasi perusahaan dalam hal
pemberian Upah pada karyawannya.
Keputusan ini juga sudah ketuk palu, tidak ada perubahan dan tinggal diberlakukan
dengan UMP yang terbaru.
Namun pada saat ini tahun 2019 masih berlaku UMP lama yang telah ditetapkan
pada Novembr 2018 lalu.
Ia mengatakan biasanya di akhir tahun Disnaker Provinsi disurati oleh Kementrian
Ketenagakerjaan yang menginformasikan tentang tingkat inflasi dan tingkat
pertumbuhan ekonomi sebagai dasar untuk menghitung besar kenaikan UPM.
"Dalam surat itu juga diberitahukan kapan harus ditetapkan dan kita sudah disurati
seperi itu," pungkasnya.
(nur/del/ags/hen/ang/rul/lan)
Page 67 of 130.

