Page 91 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2019
P. 91

"Itu menunjukkan bahwa terdapat pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas
               antara pemerintah pusat dan daerah bahkan pemerintah Desa. Pelindungan
               tersebut bertujuan untuk menjamin pemenuhan dan penegakan hak asasi manusia
               sebagai warga negara dan perlindungan hukum, ekonomi, dan sosial PMI dan
               keluarganya," kata Aris.

               Paradigma baru pelindungan lainnya ditunjukkan dengan pemerintah tidak
               memobilisasi calon PMI untuk bekerja ke luar negeri, tetapi pemerintah wajib
               memfasilitasi proses bekerja ke luar negeri dengan penyederhanaan dan
               kemudahan layanan. Salah satunya dengan beroperasinya Layanan Terpadu Satu
               Atap (LTSA) di berbagai kota/kabupaten di Indonesia.

               "Calon PMI tidak direkrut, tetapi sebagai subjek aktif mendaftar melalui Dinas
               Ketenagakerjaan Kabupaten/Kota atau melalui LTSA. Ini untuk mewujudkan
               efektivitas, efisiensi, transparansi dan kualitas pelayanan penempatan dan
               pelindungan PMI mulai dari layanan informasi peluang kerja sampai dengan layanan
               pengaduan permasalahan," kata Aris.

               Konsep pelindungan PMI lainnya yaitu PMI diberikan pelindungan jaminan sosial
               melalui skema Sistem Jaminan Sosial Nasional, setiap calon PMI wajib memiliki
               kompetensi sesuai jabatan yang akan didudukinya, dan pekerja migran tidak dapat
               dibebani biaya penempatan.

               "Kepada Calon PMI saya berpesan agar bekerja dan bersosialisasi dengan sehat.
               Jaga nama baik Indonesia. Karena teman-teman Pahlawan Devisa Indonesia," tutup
               Aris.

               Sementara itu, Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri
               Eva Trisiana mengatakan berbagai permasalahan yang timbul dalam setiap tahapan
               migrasi tidak terjadi begitu saja, banyak hal yang menjadi pemicu terjadinya
               berbagai kasus yang menimpa para PMI.

               Salah satunya karena minimnya informasi mengenai cara menjadi pekerja migran
               yang sesuai peraturan perundang-undangan dan risiko perdagangan orang yang
               mengintai arus migrasi dapat mengakibatkan masyarakat rentan terhadap
               malpraktik perekrutan dan eksploitasi tenaga kerja.

               "Oleh karena itu kegiatan Diseminasi Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran
               Indonesia ini merupakan bentuk nyata dari komitmen kita bersama dalam upaya
               memperbaiki sistem pelayanan dan pelindungan PMI," kata Eva.

               Tingginya minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri tambah Eva menjadi tugas
               bersama memberikan informasi mengenai tata cara menjadi pekerja migran yang
               sesuai dengan perundang-undangan dan terhindar resiko perdagangan orang. Hal
               itu membutuhkan sinergitas diantara stakeholder.




                                                       Page 90 of 130.
   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96