Page 87 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2019
P. 87
Paradigma baru pelindungan lainnya ditunjukkan dengan pemerintah tidak memobilisasi
calon PMI untuk bekerja ke luar negeri, tetapi pemerintah wajib memfasilitasi proses
bekerja ke luar negeri dengan penyederhanaan dan kemudahan layanan. Salah satunya
dengan beroperasinya Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di berbagai kota/kabupaten
di Indonesia.
"Calon PMI tidak direkrut, tetapi sebagai subjek aktif mendaftar melalui Dinas
Ketenagakerjaan Kabupaten/Kota atau melalui LTSA. Ini untuk mewujudkan efektivitas,
efisiensi, transparansi dan kualitas pelayanan penempatan dan pelindungan PMI mulai
dari layanan informasi peluang kerja sampai dengan layanan pengaduan
permasalahan," kata Aris.
Konsep pelindungan PMI lainnya, yaitu diberikan pelindungan jaminan sosial melalui
skema Sistem Jaminan Sosial Nasional, setiap calon PMI wajib memiliki kompetensi
sesuai jabatan yang akan didudukinya, dan pekerja migran tidak dapat dibebani biaya
penempatan.
"Kepada calon PMI, saya berpesan agar bekerja dan bersosialisasi dengan sehat. Jaga
nama baik Indonesia. Karena teman-teman Pahlawan Devisa Indonesia," tutup Aris.
Sementara itu, Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri, Eva
Trisiana mengatakan berbagai permasalahan yang timbul dalam setiap tahapan migrasi
tidak terjadi begitu saja, banyak hal yang menjadi pemicu terjadinya berbagai kasus
yang menimpa para PMI.
Salah satunya karena minimnya informasi mengenai cara menjadi pekerja migran yang
sesuai peraturan perundang-undangan dan risiko perdagangan orang yang mengintai
arus migrasi dapat mengakibatkan masyarakat rentan terhadap malpraktik perekrutan
dan eksploitasi tenaga kerja.
"Oleh karena itu, kegiatan Diseminasi Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia ini merupakan bentuk nyata dari komitmen kita bersama dalam upaya
memperbaiki sistem pelayanan dan pelindungan PMI," kata Eva.
Tingginya minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri, tambah Eva, menjadi tugas
bersama memberikan informasi mengenai tata cara menjadi pekerja migran yang sesuai
dengan perundang-undangan dan terhindar resiko perdagangan orang. Hal itu
membutuhkan sinergitas diantara stakeholder.
Pemerintah sudah meluncurkan aplikasi yang berbasis mobile apps yang berguna
sebagai informasi dan perlindungan PMI. Aplikasi itu bernama "Jendela PMI", yang
dapat diakses melalui telefon pintar.
"Kepada teman-teman CPMI dan PMI silahkan mengunduh aplikasi Jendela PMI di play
store. Selain memberikan alur menjadi PMI yang prosedural, di sana ada nomor atase
ketenegakerjaan yang wajib untuk membantu PMI pada saat di negara penempatan,"
kata Eva.
Page 86 of 130.

