Page 82 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2019
P. 82
"Dia (Linda) juga kirimkan foto PT agensinya di Surabaya. Sehingga kami percaya.
Belakangan diketahui PT itu ternyata palsu," ujar VA.
VA belum sempat menanyakan sistem pekerjaan yang ia minati di Malaysia.
Mendadak Linda langsung mengirimkan tiket keberangkatan VA dan adik sepupunya
NZH ke Surabaya pada 30 Agustus 2019 lalu.
Kedua gadis ini sempat bingung saat dikirimkan tiket pesawat, mereka kembali
menanyakan kepada Linda, maksud pengiriman tiket tersebut.
"Tapi kami diancam mau dilaporkan ke Polisi kasus penipuan, kalau tak berangkat
ke Surabaya karena data kami sudah dikirimkan semua di WA. Akhirnya kami
berangkat," ujar VA.
VA bersama NZH berangkat dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II
Palembang pada 4 September 2019 menuju ke Bandara Juanda, Surabaya. Setiba
disana, Linda bersama suaminya bernama Emil menjemput kedua korban ini
menggunakan mobil.
Kedua korban sempat dibawa menginap di rumah Linda yang berada di Surabaya
sebelum diberangkatkan ke Malaysia pada 23 September 2019. Selama menginap,
VA sempat menayakan lokasi kantor penyalur kerja milik Linda.
"Dia bilang tidur di sini saja. Nanti kalau berangkat, baru ke kantor. Suami saya
kasihan sama kalian, karena dia juga orang Palembang. Jadi tidak mau melihat
kalian susah, " tutur VA menirukan perkataan Linda.
Selama di rumah Linda, VA dan NZH hanya makan dan tidur. VA kemudian
menanyakan kepastian pekerjaan sebagai waiter dan loker kepada pelaku tersebut.
Namun, mendadak Linda mengatakan jika pekerjaan sebagai waiter dan loker telah
penuh dan hanya menyisakan Asisten Rumah Tangga (ART).
"Saya mulai curiga ketika dia bilang seperti itu. Dari awal perjanjiannya bukan
sebagai ART. Katanya hanya sepekan, setelah itu kami baru disalurkan untuk waiter
dan kasir," ucapnya.
Pada 16 September 2019, VA dan NZH dibawa ke kantor Imigrasi untuk membuat
paspor. Di tengah perjalanan, banyak mobil lain yang mengiringi VA dan NZH.
Ternyata mobil tersebut menjemput para 12 orang calon TKI ilegal lain yang berasal
dari Kalimantan, Sumsel, Lampung dan Jawa serta Bandung.
Ketika pembuatan paspor, mereka diintruksikan untuk mengaku sebagai seorang
pelancong, saat proses wawancara oleh petugas Imigrasi.
"Setelah pembuatan paspor selesai kami disuruh cepat-cepat masuk mobil. Karena
takut dilihat polisi," kata VA lagi.
Page 81 of 130.

