Page 83 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2019
P. 83
Satu pekan kemudian, paspor yang dibuat itu telah rampung. VA dan NZH
dijadwalkan untuk berangkat ke Malaysia pada 23 September. Namun, saat proses
transit di Batam VA dan NZH dipisahkan oleh Linda.
"Saya lagi debat sama agensi kenapa job waiter itu tidak ada. Saat debat itulah NZH
diberangkatkan duluan. Satu jam setelah NZH berangkat, baru saya berangkat.
Katanya akan bertemu di Malaysia," ujarnya.
Ketika tiba di Malaysia, VA tak bisa menghubungi NZH. Handphone yang ia bawa
dari Palembang disita oleh agensi di Malaysia.
Bukan hanya itu, selama perjalanan kedua korban tak dikasih makan. VA mengaku
baru makan, usai membersihkan rumah agensi tersebut.
VA juga tak mengetahui bagaimana nasib NZH setelah dibawa kabur. Ia sempat
berulang kali menayakan ke pihak agensinya terkait keberadaan NZH.
Bahkan, agensi Malaysia itu mengancam NZH akan mengalami penyiksaan jika
selalu ditanyakan.
25 September 2019, VA dijemput oleh majikannya untuk bekerja sebagai ART di
kedai runcit. Di sana ia dipaksa kerja dari pagi hingga malam tanpa henti untuk
membersihkan rumah dan toko.
"You kerja di sini ada peraturannya. You harus bangun jam 2.30 pagi. Kamu boleh
makan kalau kita sudah makan. Kamu boleh tidur kalau kami sudah tidur," ucap VA
menirukan majikannya itu.
Namun, VA ternyata tak bisa memasak. Majikan VA itu akhirnya protes dan
mengembalikannya kepada pihak agensi di Malaysia.
"Saya ditendang, dijewer dan dimarahin habis-habisan sama Mom karena tak bisa
memasak," kata VA.
Agensi di Malaysia itu akhirnya menghubungi agensi yang menjebak VA di Surabaya.
Dalam percakapan itu, majikan tersebut protes karena telah membeli VA sebesar Rp
35 juta. Namun, VA ternyata tidak bisa memasak.
Majikan yang merupakan agensi VA mengancam akan memberikan hukuman tidak
menerima gaji selama satu tahun. Selama itu, ia akan diajarkan memasak.
Mendengar ucapan tersebut, VA minta dipulangkan ke Indonesia.
"Lalu saya dikirimkan lagi ke majikan yang lain. Sama, disitu juga saya tidak bisa
memasak dan dikembalikan lagi,"ujarnya.
Setelah dari tangan ke tangan, VA lalu dipekerjakan di sebuah restoran sebagai
waiter. Namun disana ia tak digaji. Kesempatan itu ternyata dimanfaatkan oleh VA
untuk mencari bantuan. Seluruh tamu restoran, ia berikan kertas yang bertuliskan
minta tolong.
Page 82 of 130.

