Page 413 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 SEPTEMBER 2021
P. 413
MENAKER TARGETKAN CAKUPAN BPJS KETENAGAKERJAAN CAPAI 29,44 PERSEN
DARI TOTAL PEKERJA
JAKARTA, - Kementeria Ketenagakerjaan menargetkan capaian cakupan kepesertaan BPJS
Ketenagakerjaan pekerja penerima upah mencapai 29,44 persen dari total penduduk yang
bekerja.
Hal ini disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam sosialisasi Program
Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi pelaku hubungan industrial di perusahaan dalam
situasi bencana non-alam pandemi Covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/9/2021).
"Sementara target cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2024 sebanyak 37,24
persen dari total penduduk yang bekerja," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan, berdasarkan data BPJS Ketenegakerjaan di bulan Juli, secara nasional jumlah
peserta Jamsostek penerima upah sebanyak 40,1 Juta orang.
"Sedangkan di Provinsi Jawa Tengah jumlah peserta Jamsostek penerima upah sebanyak 1,96
juta orang yang berasal dari 77.300 perusahaan," katanya.
Ida Fauziyah menegaskan pemberlakuan UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan
Sosial Nasional (SJSN) dan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial (BPJS) dan peraturan pelaksanaannya merupakan bukti kehadiran negara dalam
memberikan perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ia berharap, melalui sosialisasi program Jamsostek bagi pelaku hubungan industrial ini mampu
memahami pentingnya Jamsostek bagi setiap perusahaan dan mengikutkan seluruh pekerjanya
dalam program jaminan sosial.
"Karena manfaat dan perlindungan yang diberikan sangatlah besar, yang pada akhirnya akan
membantu meningkatkan kenyamanan bekerja dan produktivitas di perusahaan," tuturnya.
412

