Page 449 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 SEPTEMBER 2021
P. 449

KEMNAKER AJAK PEMERINTAH DAERAH KONSISTEN ATASI PENGANGGURAN

              Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan menyebut dibutuhkan konsistensi keterlibatan banyak
              pihak, tak terkecuali pemerintah daerah, dalam mengatasi tingginya jumlah pengangguran.

              Kemnaker  sendiri  terus  berupaya  mengurangi  angka  pengangguran.  Salah  satunya  dengan
              melakukan perbaikan layanan informasi ketenagakerjaan dalam memajukan usaha mikro kecil
              menengah (UMKM) serta meningkatkan infrastruktur yang berbasis komunitas.

              Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, saat memberikan arahan pada
              kegiatan     Rekonsiliasi   Data     Penempatan       Tenaga      Kerja    BKK/LPK/Disnaker
              Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun 2021 di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/9).

              "Upaya mengatasi pengangguran ini menjadi hal yang penting di tengah terpuruknya kondisi
              perekonomian  akibat  pandemi  Covid-19,  serta  mencegah  munculnya  masalah  sosial
              masyarakat," kata ujarnya.

              Anwar  menjelaskan,  revolusi  industri  4.0  saat  ini  memaksa  terjadinya  perubahan  dalam
              perkembangan  teknologi  digital  pada  semua  sektor,  termasuk  sektor  ketenagakerjaan.
              Perubahan ini harus disikapi dengan kebijakan tepat dan cepat dalam penyerapan tenaga kerja.

              "Bisa  dikatakan  bahwa  sektor-sektor  tersebut  mempunyai  kontribusi  besar  terhadap
              pertumbuhan secara nasional maupun domestik," kata Anwar.

              Survei dari Sakernas BPS per Februari 2021, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebanyak
              139,81 juta jiwa (68,08 persen) dengan penduduk yang bekerja sebanyak 131,06 juta orang
              (93,74 persen), sementara jumlah pengangguran terbuka sebanyak 8,75 juta jiwa (6,26 persen).

              Jumlah angkatan kerja yang terdampak Covid-19 pada sektor ketenagakerjaan sekitar 19,10 juta
              orang, di mana sebanyak 1,62 juta orang merupakan pengangguran yang Bukan Angkatan Kerja
              (BAK) karena Covid-19.

              Kemudian sebanyak 0,65 juta orang tidak bekerja karena Covid-19 sebanyak 1,11 juta orang.
              Selanjuntya penduduk yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebanyak 15,72
              juta orang.

              Dampak dari pandemi ini diprediksi ada sekitar 10 juta pengusaha mandiri akan berhenti bekerja
              dan 10 juta lainnya pendapatan menurun lebih dari 40 persen.

              Selain itu adanya pertambahan jumlah angka pengangguran pada angkatan kerja usia muda
              disebabkan berbagai faktor seperti spesifikasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan pendidikan
              mereka. Ditambah lagi kurangnya pengetahuan dan keahlian terhadap lowongan pekerjaan yang
              dituju.

              "Ini  merupakan  tantangan  yang  berat  bagi  ketenagakerjaan  di  Indonesia  meskipun
              meningkatnya jumlah pengangguran ini juga dialami oleh hampir semua negara di dunia," ucap
              Anwar.






                                                           448
   444   445   446   447   448   449   450   451   452   453   454