Page 476 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 SEPTEMBER 2021
P. 476
KEMNAKER AJAK PEMERINTAH DAERAH ATASI PENGANGGURAN SECARA
KONSISTEN
Kementerian Ketenagakerjaan terus berupaya mengurangi angka pengangguran dengan
melakukan perbaikan layanan informasi ketenagakerjaan dalam memajukan usaha mikro kecil
menengah (UMKM) serta meningkatkan infrastruktur yang berbasis komunitas. Saat ini,
pengangguran merupakan permasalahan serius yang memerlukan penanganan melalui berbagai
kebijakan, baik Pemerintah Pusat dan Daerah, serta dukungan dari pihak swasta.
"Upaya mengatasi pengangguran ini menjadi hal yang penting di tengah terpuruknya kondisi
perekonomian akibat pandemi Covid-19, serta mencegah munculnya masalah sosial
masyarakat," kata Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, saat memberikan arahan pada
kegiatan Rekonsiliasi Data Penempatan Tenaga Kerja BKK/LPK/Disnaker
Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun 2021 di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/9/2021).
Sekjen Anwar Sanusi menjelaskan, revolusi industri 4.0 saat ini memaksa terjadinya perubahan
dalam perkembangan teknologi digital pada semua sektor, termasuk sektor ketenagakerjaan.
Perubahan ini harus disikapi dengan kebijakan tepat dan cepat dalam penyerapan tenaga kerja.
"Bisa dikatakan bahwa sektor-sektor tersebut mempunyai kontribusi besar terhadap
pertumbuhan secara nasional maupun domestik," kata Sekjen Anwar Sanusi.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi(c)2021 Survei dari Sakernas BPS per Februari 2021,
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebanyak 139,81 juta jiwa (68,08%) dengan
penduduk yang bekerja sebanyak 131,06 juta orang (93,74%), sementara jumlah pengangguran
terbuka sebanyak 8,75 juta jiwa (6,26%).
Jumlah angkatan kerja yang terdampak Covid-19 pada sektor ketenagakerjaan sekitar 19,10 juta
orang, di mana sebanyak 1,62 juta orang merupakan pengangguran yang Bukan Angkatan Kerja
(BAK) karena Covid-19; sebanyak 0,65 juta orang tidak bekerja karena Covid-19 sebanyak 1,11
juta orang; dan penduduk yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebanyak
15,72 juta orang.
Dampak dari pandemi Covid-19 ini diprediksi ada sekitar 10 juta pengusaha mandiri akan
berhenti bekerja dan 10 juta lainnya pendapatan menurun lebih dari 40%. Selain itu adanya
pertambahan jumlah angka pengangguran pada angkatan kerja usia muda disebabkan berbagai
faktor seperti spesifikasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan pendidikan mereka; kurangnya
pengetahuan dan keahlian terhadap lowongan pekerjaan.
"Ini merupakan tantangan yang berat bagi ketenagakerjaan di Indonesia meskipun
meningkatnya jumlah pengangguran ini juga dialami oleh hampir semua negara di dunia," ucap
Anwar Sanusi.
Anwar Sanusi menambahkan, sesuai dengan arahan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah
dalam mengurangi angka pengganguran ini perlunya keterlibatan semua lembaga terkait.
"Adanya koordinasi yang baik antara Pemerintah Pusat dan Daerah serta lembaga penempatan
tenaga kerja dalam meningkatkan pelayanan penempatan tenaga kerja untuk mengurangi angka
pengangguran," katanya. [hhw].
475

