Page 106 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 APRIL 2020
P. 106
Title CURHATAN PENGUSAHA: TUNDA BAYAR BP JAMSOSTEK HINGGA PINJAMAN THR
Media Name bisnis.com
Pub. Date 06 April 2020
https://ekonomi.bisnis.com/read/20200406/257/1223142/curhatan-pengusah a-tunda-
Page/URL
bayar-bp-jamsostek-hingga-pinjaman-thr
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyamapikan suara hati
pelaku industri di tengah tekanan perekonomian dampak virus corona kepada
Komisi VI DPR, Senin (6/4/2020). Agus mengatakan permintaan kelonggaran dari
pelaku industri ini dihimpun dari seluruh sektor usai safari pertemuan virtual selama
sepekan lalu. Sebenarny, sebagian besar sudah disepakati dan dirilis dalam bentuk
kebijakan terbaru oleh pemerintah.
Hanya saja, pelaku usaha mengajukan permintaan di antaranya penundaan
pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan, agar membantu industri dalam mengelola
arus kas dalam perusahaan supaya tetap bisa bertahan. Menurut Agus, iuran BPJS
Ketenagakerjaan ini akan tetap dibayarkan oleh perusahaan setelah enam bulan
kemudian.
"Lalu industri juga meminta pinjaman lunak, ini sudah kami koordinasikan dengan
Menteri BUMN agar Himbara nantinya dapat melayani pinjaman yang diinginkan
dunia usaha tentu dengan bukti keuangan yang aktual," katanya, Senin (6/4/2020).
Agus menambahkan saat ini pelaku bisnis juga meminta pembelian gas dari PGN
dengan fix rate nilai kurs Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) Rp14.000.
Lalu, pinjaman dana talangan untuk THR dengan skema tertentu. Adapun sejumlah
opsi yakni negosiasi langsung dengan serikat agar dapat memberikan THR dengan
skema cicilan atau kemudahan pemberian pinjaman dari bank khusus untuk
pembayaran THR karyawan.
"Permintaan lain yakni karyawan PHK agar mendapat dana pekerja, percepatan BLT,
keringanan pembayaran listrik, restrukturisasi IKM, hingga pembebasan bunga
pinjaman dan angsurannya," ujar Agus.
Selain itu, khusus dari industri farmasi, Agus mengaku mereka meminta peninjauan
terhadap harga kontrak JKN/BPJS yang saat ini mengikuti harga kontrak 2017. Hal
itu dikarenakn selama masa Covid-19 ada lonjakan harga bahan baku farmasi
hingga 200 persen sehingga pabrik kesulitan menyesuaikan biaya produksi.
Page 105 of 193.

