Page 26 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 APRIL 2020
P. 26
Title NASIB THR DI TENGAH PANDEMI CORONA
Media Name detik.com
Pub. Date 06 April 2020
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/4966231/nasib-thr-di-t engah-pandemi-
Page/URL
corona
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Kalangan pengusaha meminta Kementerian Ketenagakerjaan
(Kemenaker) membuat sebuah kebijakan terkait dengan pembayaran tunjangan hari
raya (THR). Sebab, banyak bisnis yang terpukul karena virus corona sehingga
kesulitan membayar THR.
"Menurut hemat saya Kemenaker harus merumuskan ada dasar pengusaha
melakukan negosiasi, pertemuan dengan teman-teman serikat pekerja atau
mungkin perwakilan pekerja supaya ada gambaran," kata Wakil Ketua Umum
Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang kepada detikcom ,
Minggu kemarin (5/4/2020).
Dia menjelaskan, saat ini setidaknya ada tiga kriteria perusahaan. Pertama sama
sekali tidak mampu memberikan THR, kedua setengah mampu membayar THR, dan
ketiga mampu.
Berdasarkan sektornya, ia mengatakan, sektor pariwisata dan hiburan yang paling
terpukul karena virus corona. Sebab, beberapa bulan ini tidak mendapat
pemasukan.
Memang, ia menyadari kewajiban THR diatur dalam undang-undang. Namun, itu
dalam kondisi normal. Padahal, saat ini kondisi bisnis terpukul.
"Sekarang ini tidak normal, kalau ditanya, THR bagaimana, bagi yang mampu
silakan. Sekarang yang tidak mampu atau mungkin mampu tidak sepenuhnya harus
ada solusinya. Kita harapkan pemerintah, dalam hal ini Kemenaker mengambil
kebijakan, apa kira-kira langkahnya. Kalau tidak mampu contohnya apakah mungkin
itu ditunda dalam arti apakah tahun depan, atau menunggu kondisi keuangan
memadai baru dibayar," ujarnya.
Wajibkah pengusaha bayar THR?
Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan, pembayaran THR diatur oleh
regulasi. Maka, wajib bagi pengusaha untuk membayar THR.
"Menurut saya karena bersifat wajib tentu harus dikasih," katanya.
Page 25 of 193.

