Page 65 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 APRIL 2020
P. 65
Untuk diketahui, 43.000 buruh atau pekerja di 502 perusahaan skala kecil hingga
besar Jawa Barat harus dirumahkan dan tidak sedikit diberhentikan (pemutusan
hubungan kerja). Hal ini tidak terlepas dari pengaruh ekonomi yang menurun
dampak pandemi virus Corona (Covid-19).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemprov Jabar, Mochamad Ade
Afriandi, mengatakan total perusahaan di Jawa Barat berjumlah sekira 47.221
perusahaan. Pendataan sementara ini baru dilakukan terhadap 502 perusahaan
sejak tanggal 31 Maret 2020.
"Kita lakukan pemantauan untuk 502 perusahaan di Jabar ternyata 86 persennya itu
sudah memberikan gambaran atau laporan mereka terdampak oleh Covid-19," kata
dia saat dihubungi, Sabtu (4/4).
Dampak yang mereka rasakan di antaranya kesulitan bahan baku. Negara yang
diandalkan untuk mengimpor bahan baku melakukan kebijakan lockdown . Faktor
lain, pihak perusahaan atau industri bergantung pada pembeli yang mayoritas
berada di luar negeri yang menyatakan lockdown .
"Produknya yang sudah dikapalkan, tapi karena keburu lockdown kan akhirnya
tidak bisa masuk. Atau yang belum dikapalkan akhirnya menumpuk di gudang. Nah,
kemudian ketidakpastian ekonomi di negara buyer akhirnya mereka juga membuat
kebijakan ada yang menunda order dan ada yang mengurangi atau malah
membatalkan," jelas dia.
Faktor tersebut sudah mengurangi produktivitas perusahaan atau industri di Jawa
Barat. Dia sendiri akan melakukan pendataan lebih masif dan meminta serikat buruh
yang perusahaannya terdampak menyampaikan informasi terkait kebijakan yang
disepakati dengan perusahaan.
"Apakah dirumahkan, itu kan ada dua ada yang dibayar upahnya dan ada yang tidak
dibayar, dan mungkin saja terjadi PHK," kata dia.
"Gambaran dari 520 perusahaan saja ada 86 persen terdampak jadi artinya kan
pastilah ada yang terdampak sampai bisa tutup atau mungkin off dulu, nah sampai
dengan hari pertama berarti tanggal 1 April kita lakukan pendataan dan tanggal 2
kita olah, nah tanggal 2 itu total baru 21 kabupaten dan kota. Kita dapatkan data
sementara yang awal sekitar 43.000 pekerja atau buruh yang terdampak. Itu
campur (dari perusahaan skala besar sampai kecil," jelas dia.
Dari 47.221 perusahaan, yang masuk kategori mikro ada 30.000 perusahaan, yang
kecil ada sekitar 6.000 perusahaan kemudian yang sedang ada 5.000 perusahaan
dan skala besar industri ada sekitar 3.000 perusahaan. Otomatis karena jenis usaha
atau industrinya berbeda, maka dampaknya pun beragam "Jadi sekitar 40 ribuan
yang dirumahkan dan 3 ribuan itu yang terdampaknya PHK. Total sekitar 43 ribuan-
lah. Itu baru data sementara. Nah, sebelum final, berarti data itu data sementara
dan terus berkembang atau terus di -update, " ucap dia.
Page 64 of 193.

