Page 627 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 627

Judul               Rata-rata Kenaikan UMP 1,09 Persen Tahun Depan, Apindo: Sudah
                                    Cukup Adil
                Nama Media          tempo.co
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://bisnis.tempo.co/read/1529870/rata-rata-kenaikan-ump-109-
                                    persen-tahun-depan-apindo-sudah-cukup-adil
                Jurnalis            Caesar Akbar
                Tanggal             2021-11-18 11:14:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Kementerian Ketenagakerjaan
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif



              Ringkasan

              Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia alias Apindo, Hariyadi Sukamdani, menilai formula
              penetapan  upah  minimum  provinsi  atau  UMP  tahun  2022  sudah  cukup  adil.  Pasalnya,
              penghitungan itu susah memasukkan berbagai data statistik dari Badan Pusat Statistik atau BPS.



              RATA-RATA KENAIKAN UMP 1,09 PERSEN TAHUN DEPAN, APINDO: SUDAH CUKUP
              ADIL

              Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia alias Apindo, Hariyadi Sukamdani, menilai formula
              penetapan  upah  minimum  provinsi  atau  UMP  tahun  2022  sudah  cukup  adil.  Pasalnya,
              penghitungan itu susah memasukkan berbagai data statistik dari Badan Pusat Statistik atau BPS.

              "Bagi pemberi kerja, kenaikan UMP ini sudah cukup adil karena sudah memasukkan parameter
              dalam  penentuan  upah.  Misalnya  tingkat  konsumsi  rata-rata  masyarakat,  lalu  sisi  tingkat
              pengangguran terbuka, pertumbuhan ekonomi, juga inflasi," ujar Hariyadi kepada Tempo, Rabu
              malam, 17 November 2021.

              Menurut Hariyadi, data tersebut sudah menggunakan data BPS yang diolah dari berbagai data
              di Indonesia. Sehingga, data-data tersebut dinilai lebih lengkap dan akurat ketimbang survei-
              survei yang dilakukan dalam penetapan upah selama ini. Selama ini, kata dia, pada zaman dulu,
              penetapan upah dilakukan menggunakan survei mandiri ke pasar.

              Metode  semacam  itu,  kata  dia,  akan  menghasilkan  nilai  yang  berbeda-beda.  Misalnya  saja
              Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  Said  Iqbal  yang  mengklaim  bahwa  upah
              minimum 2022 semestinya naik 7-10 persen, apabila mengacu Kebutuhan Hidup Layak dalam
              Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2020.

              "Apindo melakukan Permenaker 18 2020 yang KHL-nya ada 64 komponen, kita lakukan di empat
              pasar Di Jakarta, ketemunya malah di bawah upah minimum yang berlaku sekarang, 21 persen.



                                                           626
   622   623   624   625   626   627   628   629   630   631   632