Page 630 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 630

Ringkasan

              Anggota Fraksi Partai Keadilan Sosial (PKS) di Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengkritik
              rata-rata kenaikan Upah Minimum Provinsi ( UMP ) tahun 2022 yang hanya naik 1,09 persen.
              Menurut Netty jumlah ini sama sekali tak memenuhi kebutuhan hidup yang layak bagi pekerja
              /buruh.



              DPR KRITIK KENAIKKAN UMP 2022 YANG HANYA 1,09 PERSEN
              Anggota Fraksi Partai Keadilan Sosial (PKS) di Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengkritik
              rata-rata kenaikan Upah Minimum Provinsi ( UMP ) tahun 2022 yang hanya naik 1,09 persen.
              Menurut Netty jumlah ini sama sekali tak memenuhi kebutuhan hidup yang layak bagi pekerja
              /buruh.
              "Jumlah kenaikan ini sangat kecil sekalipun diukur dari sisi inflasi yang hanya merupakan salah
              satu indikator dalam penentuan upah. Tingkat inflasi tahunan sampai Oktober 2021 saja sudah
              1,66  persen.  Ini  kenapa  rata-rata  kenaikan  UMP  hanya  1,09  persen?"  ujar  Netty,  Kamis
              (18/11/2021).

              Ia juga mempertanyakan metode atau formula apa yang digunakan pemerintah dalam menyusun
              UMP 2022. Karena meskipun pihaknya menolak UU Cipta Kerja, akan tetapi UU Cipta Kerja juga
              memuat  banyak  indikator  lainnya dalam  menentukan  upah.  "Kami  di Fraksi  PKS  sedari  awal
              memang  menolak  pengesahan  UU  Cipta  Kerja.  Tapi  katakanlah  pemerintah  memakai  itu,
              seharusnya  dalam  PP  36/2021  juga  ada  indikator  lain  seperti  tingkat  daya  beli,  tingkat
              penyerapan  tenaga  kerja  dan  median  upah.  Jadi  bukan  hanya  soal  inflasi  dan  pertumbuhan
              ekonomi saja," beber Netty.

              Selain  itu  Netty  memandang,  seyogyanya  pemerintah  juga  memperhatikan  dan
              mempertimbangkan aspirasi pekerja/buruh yang disampaikan dalam berbagai aksi unjuk rasa
              dalam beberapa waktu terakhir.

              "Saya  meminta  pemerintah  mencarikan  jalan  keluar  terbaik,  dengan  bersikap  bijaksana  atas
              berbagai aspirasi pada aksi unjuk rasa pekerja/buruh sehubungan dengan kenaikan UMP," ujar
              Netty Oleh karena itu Netty meminta pemerintah mempertimbangkan kebutuhan hidup layak
              dalam menentukan UMP 2022. Seperti apakah telah melakukan sruvei terhadap harga bahan
              kebutuhan pokok masyarakat.

              "Jangan  hanya  berpihak  pada  kalangan  pengusaha,  tapi  harus  memperhatikan  juga
              kesejahteraan dari para pekerja. Apalagi selama pandemi ini kebutuhan dan biaya hidup terus
              naik," tuturnya.

              Menurut  Netty,  jika  pemerintah  berani  menaikkan  UMP  yang  berkeadilan,  justru  akan
              mempercepat pertumbuhan ekonomi. Apabila UMP naik, maka dengan sendirinya membuat daya
              beli masyarakat meningkat.

              "Dan itu akan membuat ekonomi nasional tumbuh dan bergerak. Tapi jika UMP tidak naik atau
              bahkan turun maka konsumsi produk masyarakat juga akan menurun, sehingga lapangan kerja
              baru  sulit  untuk  dibuka,"  tandas  dia.  Sebelumnya  Pemerintah  menetapkan  kenaikan  upah
              minimum provinsi (UMP) 2022 sebesar rata-rata 1,09%. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah
              mengatakan, simulasi kenaikan rata-rata UMP 2022 didasarkan pada PP Nomor 36 tahun 2021
              tentang  Pengupahan.  "Setelah  melakukan  simulasi,  nilanya  berdasarkan  data  BPS,  rata-rata
              kenaikan upah minimum 1,09 persen. Ini rata-rata nasional," kata Ida dalam pernyataan resmi,
              Selasa (16/11/2021).

                                                           629
   625   626   627   628   629   630   631   632   633   634   635